Kemenlu Rangkul Keluarga WNI yang Tersangkut Masalah di Saudi

Fajar Nugraha    •    Senin, 08 Jun 2015 14:35 WIB
wni
Kemenlu Rangkul Keluarga WNI yang Tersangkut Masalah di Saudi
Sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bermasalah di Arab Saudi tiba di terminal 2 bandar udara internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (19/1/2015). ANTARA FOTO / Lucky R

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Luar Negeri melakukan aksi jemput bola dalam menyelesaikan sejumlah kasus Warga Negara Indonesia asal Nusa Tenggara Barat yang menghadapi permasalahan hukum di Arab Saudi dengan menemui keluarga masing-wasing. Pertemuan dilakukan di Mataram, Lombok Barat, NTB dan dihadiri 17 keluarga WNI, kepala desa serta wakil dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota se-NTB. 

"Efektivitas penyelesaian kasus-kasus hukum tidak hanya tergantung kepada Kemenlu dan Perwakilan RI saja. Keluarga dan Pemda juga punya peran penting. Karena itu, ketiga komponen harus memahami mekanisme hukum di Saudi dan harus bekerjasama," tutur Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal, Jakarta, Senin (8/6/2015). 

Pada 2014, Kemenlu bersama KBRI Riyadh dan KJRI jeddah menangani 2.033 kasus WNI di Arab Saudi. Sementara hingga akhir Mei 2015, terdapat 777 kasus. Dari jumlah tersebut, terdapat beberapa kasus hukum berat yang diselesaikan melalui pengadilan Arab Saudi. Khusus untuk daerah NTB, terdapat 17 kasus yang tergolong berat dan hingga saat ini masih terus bergulir. 

Jenis-jenis kasus yang tergolong berat antara lain pembunuhan (baik WNI sebagai pelaku maupun korban) atau WNI yang mengalami penyiksaan berat.

Upaya melibatkan keluarga dalam penyelesaian kasus berat WNI bermasalah hukum di Arab Saudi dilakukan Kemenlu secara berkala. Sebelumnya, Kemenlu melakukan proses ini di Jawa Barat dan Jawa Tengah. 

Selain memberikan paparan umum mengenai kondisi penanganan kasus di Arab Saudi dan peran yang diharapkan dari keluarga, pada kesempatan tersebut juga dibuka klinik konsultasi antara keluarga beserta wakil pemerintah daerah dan kepala desa terkait dengan case officer dari Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu. 

Melalui klinik tersebut, keluarga dan aparat Pemda memperoleh perkembangan terkini mengenai penanganan kasus dan berbagi peran dengan Kemenlu dalam mencari solusi terbaik. 

Dalam kesempatan tersebut para peserta juga mendengarkan testimoni dari Joharni, seorang TKI asal Gerung, Lombok Barat, NTB, yang mengalami penyiksaan berat oleh majikannya di Abha, Arab Saudi pada 2012. Atas upaya Pemerintah RI, Joharni dipulangkan tahun lalu dengan membawa uang kompensasi. 

Saat ini, kondisi Joharni sudah pulih dan dengan uang kompensasi yang diperolehnya, sudah bisa memulai hidup baru lewat usaha pertanian. (Eps)


(WIL)