Teknologi Otomotif

NHTSA Riset Teknologi Kendaran Anti Pengendara Mabuk

Ekawan Raharja    •    Senin, 08 Jun 2015 14:50 WIB
teknologi otomotif
NHTSA Riset Teknologi Kendaran Anti Pengendara Mabuk
Fitur Driver Alcohol Detection System for Safety akan mencegah pengendara yang mabuk untuk mengemudikan mobi. Vertical Scope

Metrotvnews.com: Terkadang banyak orang-orang sedang mabuk tetap nekat untuk mengendarai mobilnya. Hal tersebut tentu saja berbahaya bagi pengemudi dan para pengguna jalan lainnya.

Dikutip dari Auto Guide, Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat tengah mengembangkan fitur Driver Alcohol Detection System for Safety. Teknologi ini memungkinkan pengendara yang kadar alkoholnya diatas 0,08 persen tidak dapat menjalankan kendaraannya.

Fitur Driver Alcohol Detection System for Safety akan memeriksa kandungan alkohol di tubuh calon pengemudi. Fitur tersebut akan memindai nafas dan sentuhan pengemudi di beberapa bagian mobil, terutama bagian pintu.

Jika ternyata kandungan alkohol di tubuh orang tersebut melebihi ambang batas, maka mesin mobil tak akan bisa dinyalakan. Tentu saja si calon pengemudi tidak bisa mengendarai mobilnya tersebut.

NHTSA sendiri sudah menggandeng beberapa pabrikan otomotif untuk mengembangkan teknologi tersebut. Ditargetkan bahwa musuh para pengendara mabuk tersebut akan rampung dan dapat diaplikasikan dalam lima tahun mendatang.

Di Indonesia sendiri, pengemudi yang mabuk tidak diperbolehkan untuk mengemudikan kendaraanya. Jika si pengemudi masih nekat membawa kendaraanya, maka bisa saja si pengemudi akan dikenakan Pasal 311 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp3.000.000."


(UDA)