PSSI Dibekukan, Perusahaan Apparel Jersey Klub Indonesia Merugi

Yudi Irawan    •    Senin, 08 Jun 2015 14:54 WIB
liga indonesia
PSSI Dibekukan, Perusahaan <i>Apparel</i> Jersey Klub Indonesia Merugi
Jersey MBB yang hanya tergantung (Foto: MTVN/Yudi Irawan)

Metrotvnews.com, Bogor: Dijatuhkannya sanksi oleh Federasi Sepak bola Dunia (FIFA) terhadap PSSI, merupakan pukulan telak bagi persepakbolaan nasional saat ini. Bahkan, dampaknya juga dirasakan oleh pengusaha kaos tim sepak bola (Jersey) yang selama ini kerap mensponsori sejumlah klub-klub peserta Liga Indonesia.

Dengan jatuhnya sanksi tersebut, para pengusaha jersey mengaku mengalami kerugian materi hingga ratusan juta rupiah. Hal itu terjadi lantaran terhentinya penyelenggaraan kompetisi sepakbola di tanah air.

Toko Maniak Baju Bola (MBB), misalnya. Sejumlah jersey klub bola para peserta liga indonesia seperti Pelita Bandung Raya, PBR, Persikabo Bogor dan Madura United, hanya bisa tergantung di etalase toko tersebut. Bahkan, beberapa di antaranya harus menumpuk di dalam gudang.

“Dengan tidak adanya liga berarti kan kita tidak dapat jatah promosi itu. Dengan tidak adanya promosi berdampak pada penjualan, yang seharusnya orang tau jadi tidak,” ungkap Marketing Communications Maniak Baju Bola (MBB) Muhamad Ibnu Hakiki saat ditemui di kantornya Jalan Gunungbatu, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (8/6/2015).

Keseluruhan, pemilik usaha jersey ini telah mensponsori satu klub ISL dan enam klub divisi utama pada tahun ini. Akan tetapi, akibat hukuman tersebut mereka harus merugi secara materi hingga ratusan juta rupiah karena tidak bisa mempromosikan jersey mereka kepada klub-klub lain.

Untuk meminimalisir kerugian yang mereka alami, usaha pembuatan jersey sepak bola ini untuk sementara menerima pesanan dari klub-klub futsal di kota Bogor.

“Kalau untuk tim yang ISL sudah kita kirim tahap pertama karena memang kita kirimnya dua tahap. Nah, setelah disanksi FIFA dan liga dihentikan, akhirnya kaos yang jumlahnya berkodi-kodi ini hanya masuk dalam gudang,” jelasnya.

Ibnu berharap kisruh sepak bola di tanah air ini bisa secepatnya berakhir dan terselesaikan, sehingga kompetisi sepak bola kembali bergulir.

Seperti diketahui pada 30 Mei 2015, FIFA secara resmi menjatuhkan sanksi tanpa batas waktu kepada PSSI karena organisasi sepak bola tersebut dianggap diintervensi oleh pemerintah. 


(KRS)