Ini Alasan Kubu Novel Keukeuh Ajukan Gugatan Praperadilan Kedua

Deny Irwanto    •    Senin, 08 Jun 2015 15:30 WIB
novel baswedan
Ini Alasan Kubu Novel <i>Keukeuh</i> Ajukan Gugatan Praperadilan Kedua
Uli Parulian Sihombing. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik KPK Novel Baswedan keukeuh mempraperadilankan penggeledahan dan penyitaan barang-barang miliknya oleh penyidik Bareskrim Polri beberapa waktu lalu. Kubu Novel tak mau mencabut permohonan gugatannya.

Salah seorang pengacara Novel Baswedan, Uli Parulian Sihombing, mengatakan meski barang-barang milik Novel yang sempat disita diikembalikan, pengadilan tetap harus memeriksa prosedur penggeledahan dan penyitaan oleh Polri. Kubu Novel menganggap penggeledahan dan penyitaan tak sesuai prosedur.

"Urgensinya kita ingin agar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menguji proses penggeledahan dan penyitaan. Karena pertama, penggeledahannya dilakukan malam hari. Tengah malam, malah pukul 01.00 WIB. Terus kedua, tidak ada izin dari pengadilan soal penggeledahan dan penyitaannya. Kalaupun ada izin itu juga harus dijelaskan, tapi suratnya tidak ada," kata Uli di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (8/6/2015).

Uli mengungkapkan saat menggeledah dan menyita barang-barang milik Novel, penyidik tidak bisa menunjukan surat izin penggeledahan dari Pengadilan.

"Ada surat penggeledahan tapi izin dari pengadilannya tidak dilampirkan. Memang dalam keadaan tertentu, tapi itu bukan keadaan yang mendesak, kemudian juga barang bukti yang digeledan dan disita itu tidak relevan. Jadi itu satu yang urgen, kami mengajukan penggeledahan dan penyitaan," tandasnya.

Sidang yang menggugat penggeledahan dan penyitaan diputuskan ditunda oleh Hakim tunggal Dahmi Wirda. Alasannya, pihak Novel mengajukan perbaikan materi gugatan. Sidang akan kembali digelar besok.

Berikut barang-barang Novel yang sempat disita penyidik Bareskrim Polri:

1. 1 buah handphone merk Lenovo

2. ‎1 buah handphone merk BlackBerry Bold

3. 1 buah laptop merk Sony Vaio

4. 1 buah flashdisk warna ungu bertuliskan Area

5. 1 buah fotocopy Kartu Keluarga atas nama Novel

6. 1 buah fotocopy KTP atas nama Novel dan Rina Emilda

7. 1 buah fotocopy surat nikah atas nama Novel dan Rina Emilda

8. 1 buah berkas fotocopy sertifikat HGU nomor 9435

9. 4 lembar asli SKEP KPK nomor: Kep-1038/01-54/09/2014 tentang‎ perubahan tingkat jabatan/tingkat kompetensi

10. 1 lembar surat perintah bongkar nomor 475/SPB/V/2012

11. 3 lembar tanda terima denda

12. 2 berkas fotocopy IMB nomor 211/IMB/2009

13. 1 berkas akta jual beli nomor 156/2008 dari PPAT Syifa Rosadina Semarang

14. 1 berkas surat setor pajak

15. 1 lembar fotocopy pernyataan lunas kredit KPR primary atas nama Novel dari Bank Mandiri

16. 3 lembar asli keputusan Kepala Dinas Tata Ruang Pemukiman Kota Semarang nomor 648.1/371/BGU/2005 tentang IMB

17. 1 berkas fotocopy sertifikat tanah nomor 01447 BPN Kodya Semarang

18. 1 berkas akta pemberian hak tanggungan dari Tuan Arifan Wibowo kepada Novel dari Bank Mandiri PPAT Syifa Rosadina

19. 1 buah Majalah Tempo edisi 15-21 Oktober 2015 berjudul Membidik Sang Penyidik

20. 1 buah Majalah Tempo edisi 18-24 Oktober 2015 berjudul Mengapa Polisi Kalap

21. 1 buah modem merk Telkomsel

22. 1 buah CD anti virus (software kamera)

23. 1 buah ‎laptop merk Acer dan charger

24. 1 buah coaching skill development program KPK

25. 2 buah buku catatan


(KRI)