Belum Turun 10%, OJK Enggan Berlakukan Relaksasi

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 08 Jun 2015 15:49 WIB
ojk
Belum Turun 10%, OJK Enggan Berlakukan Relaksasi
Anggota DK OJK Nurhaida (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih belum melakukan relaksasi khusus disaat kondisi pasar modal saat ini cenderung bertengger di zona merah. Hal itu belum dilakukan karena pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) belum turun sebanyak 10 persen secara tiga hari berturut-turut.

"Salah satu indikator melakukan relaksasi harus 10 persen selama tiga hari berturut-turut. Ini guna menjaga pasar modal Indonesia lebih baik dan menjaga investor," kata Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Nurhaida, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Menurut Nurhaida, penurunan indeks saat ini banyak dikarenakan dari sentimen domestik dan global. Pasalnya, hampir semua negara indeksnya mengalami penurunan. Kondisi itulah yang membuat OJK terus memantau keadaan indeks yang saat ini sedang terperosok jauh.

"Penurunan indeks belum 10 persen, melihat makro secara umum dana global, ada kondisi yang harus relaksasi agar sentimen positif datang kembali," ungkap dia.

Dia melanjutkan, OJK terus melihat pergerakan indeks, apakah dilakukan relaksasi atau tidak. Kajian seperti itu terus dilakukan lantaran relaksasi yang dilakukan bisa saja menimbulkan dampak negatif atau positif.

"Kalau dulu relaksasi yang diambil untuk peraturan buy back saham tanpa RUPS dan mark to market. Saat ini belum akan kita lakukan, kita lihat kondisinya dulu. Banyak dampak yang didapat, baik negatif dan positif melakukan relaksasi itu," pungkasnya.

Sebagai informasi, sampai saat ini kondisi indeks anjlok 1,70 persen atau berkurang 86 poin berada di posisi 5.013. Kondisi penurunan saat ini lebih tinggi, jika dibanding pelemahan di sesi satu yang melemah 55,84 poin atau setara 1,1 persen ke posisi 5.044.


(ABD)