Semua Kepala Staf Berpeluang, Pemilihan Panglima Jangan Timbulkan Polemik

Al Abrar    •    Senin, 08 Jun 2015 15:51 WIB
tni
Semua Kepala Staf Berpeluang, Pemilihan Panglima Jangan Timbulkan Polemik
Mahfudz Siddiq. Foto: Ramdani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq berharap, pergantian panglima TNI tidak menjadi polemik yang menimbulkan kontroversi. Publik trauma dengan pemilihan kapolri lalu.

Polemik, kata politikus PKS ini, kontroversi bakal merugikan negara dan mengganggu wibawa TNI sebagai institusi negara. "Yang paling penting pemilihan panglima baru tidak menciptakan kontroversi dan hiruk pikuk seperti yang terjadi pada saat pergantian kapolri," kata Mahfudz di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Terkait siapa yang bakal menggantikan Jenderal Moeldoko, Mahfudz menegaskan semua itu sebagai hak prerogatif presiden. DPR, kata Mahfudz, hanya menerima pengajuan nama yang diajukan presiden.

Mahfudz hanya mengingatkan agar Presiden Joko Widodo berhati-hati dalam memilih pengganti Moeldoko. "Prinsipnya Presiden dan semua unsur tidak menimbulkan kontroversi dalam pemilihan panglima dan tidak menimbulkan kebisingan yang tidak perlu," jelasnya.

Mahfudz mengatakan syarat panglima TNI harus menjabat kepala staf angkatan atau pernah menjabat. Dengan peraturan perundangan itu semua kepala staf mempunyai peluang yang sama.

"Saya melihat para kepala staf yang ada sekarang punya kompetensi, punya track record. Punya kemampuan relatif berimbang," tukasnya.

Adapun tiga kepala staf TNI kini adalah KSAU dijabat oleh Marsekal TNI Agus Supriyatna, KSAD dipimpin Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan KSAL Laksamana TNI Ade Supandi.


(KRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA