Polisi AS Bubarkan Pesta Remaja Kulit Hitam dengan Senjata Api

Willy Haryono    •    Senin, 08 Jun 2015 16:00 WIB
rasisme as
Polisi AS Bubarkan Pesta Remaja Kulit Hitam dengan Senjata Api
Kepolisian MckInney, Texas, membubarkan pesta kolam renang remaja kulit hitam, Sabtu (7/6/2015). YouTube

Metrovnews.com, McKinney: "Polisi mengacaukan pesta kolam renang" terdengar seperti kalimat dalam film remaja, namun sebuah video di YouTube memperlihatkan kejadian yang sesungguhnya di McKinney, Texas, Amerika Serikat.

Video berdurasi tujuh menit, yang diunggah saksi mata Brandon Brooks, memperlihatkan sekelompok polisi membubarkan paksa pesta kolam renang yang sebagian besar dihadiri remaja kulit hitam. Aparat terlihat mengacungkan tongkat polisi, dan ada juga yang mengacungkan dan menodongkan sebuah senjata api. 

Terlihat pula adegan kekerasan saat seorang polisi mendorong kepala remaja putri berkulit hitam ke tanah, duduk di atas tubuhnya dan mengikat pergelangan tangannya ke belakang pinggang. 

Salah satu polisi, yang namanya tidak disebutkan, diberhentikan untuk sementara oleh Departemen Kepolisian McKinney hingga penyelidikan lebih lanjut. 

Dalam pernyataan resmi, Kepolisian McKinney menyebut sekelompok petugas merespon keluhan warga atas keributan di Craigh Ranch Community Pool. "Panggilan pertama diakibatkan adanya gangguan yang disebabkan beberapa remaja di lokasi, yang bukan warga setempat dan tidak memiliki izin beraktivitas di sana. Para remaja itu menolak pergi," tulis laporan polisi. 

Brooks, yang mengunggah video itu, memiliki teori lain. "Saya rasa beberapa orangtua kulit putih marah karena adanya sekelompok anak kulit hitam di area kolam renang," ucap dia kepada BuzzFeed News., Sabtu (7/6/2015).

Video Brooks adalah satu dari beberapa rekaman saksi mata yang melihat aksi kekerasan polisi, terutama terhadap warga kulit hitam di AS. Pada April, polisi bernama Michael Slager dituntut kasus pembunuhan dan dipecat dari Kepolisian North Charleston setelah video penembakan dirinya terhadap warga kulit hitam bernama Walter Scott muncul di internet. 

Masih di bulan yang sama, seorang polisi di Tulsa, Oklahoma, dituntut kasus pembunuhan setelah tertangkap kamera menembak warga kulit hitam bernama Eric Harris.

Berdasarkan riset Pew Research Center, pandangan warga terhadap rasisme di AS belum berubah banyak sejak 2009. Menurut survei pada 2014, 70 persen warga kulit putih AS meyakini polisi memperlakukan warga kulit hitam secara adil. Namun, hanya 36 persen warga kulit hitam yang meyakini hal serupa.



(WIL)