Karena Ini DPR Minta Sidang Itsbat Digelar Tertutup

Pelangi Karismakristi    •    Senin, 08 Jun 2015 16:40 WIB
ramadandpr ads
Karena Ini DPR Minta Sidang Itsbat Digelar Tertutup

Metrotvnews.com, Jakarta: Permintaan DPR agar sidang itsbat awal dan akhir ramadan dilakukan tertutup, memunculkan pro dan kontra. Tapi bukan tanpa alasan permintaan itu diajukan kepada pemerintah.

"Biarlah persoalan itsbat awal Ramadhan menjadi konsumsi tokoh-tokoh agama yang memahami ilmu falaq secara baik,” ujar Ketua Komisi VIII DPR, Saleh Partaonan Daulay, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2015). 

Layaknya dalam sebuah rapat, sudah pasti antar ulama peserta sidang akan ada yang berbeda pendapat. Perbedaan pendapat itu kadang disampaikan secara spontan yang boleh jadi bagi pihak yang kurang paham duduk perkaranya akan mengangapnya kurang pantas. 

Buntutnya akan ada pihak yang merasa dilecehkan sehingga bisa merembet menjadi perselisihan dengan kelompok lainnya. Situasi ini yang coba dihindari dengan cara membuat tidak ada tayangan situasi sidang selain saat pengumuman hasilnya.

"Padahal setiap pandangan ulama memiliki dasar dan rujukan syar'i yang dapat dipertanggungjawabkan. Tapi kan tidak semua anggota masyarakat memahami perbedaan mungkin terjadi," papar Saleh.

Maka dari itu dalam RDP dengan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI beberapa hari lalu, Komisi VIII meminta sidang itsbat dilakukan secara tertutup. Pemerintah agar menjadi fasilitator yang baik dan adil bagi seluruh umat 

"Jika ada perbedaan, Kementerian Agama tidak boleh terlihat berpihak pada satu kelompok tertentu," sambung politikus PAN ini.
 


(LHE)