Ini Alasan Jokowi Copot Dirut Bulog

Desi Angriani    •    Senin, 08 Jun 2015 16:41 WIB
bulog
Ini Alasan Jokowi Copot Dirut Bulog
Mantan Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat (kanan). Foto: Ant/Yudho.

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat dicopot dari posisinya hari ini. Keputusan itu cukup mengejutkan. Sebab, mantan Direktur Pengendalian Risiko BRI itu baru menjabat 2 Januari 2015.

Presiden Joko Widodo menjawab teka-teki pencopotan orang nomor satu di Bulog. Menurut Jokowi, pencopotan Lenny Sugihat menjadi awal restukturisasi Bulog. Kewenangan Bulog bakal diperluas ke arah non-profit.

"Ke depan memang kita siapkan Bulog tidak hanya urusi urusan beras, tapi juga sembilan bahan pokok lainnya. Dan dalam rangka persiapan itu Dirutnya diganti," ucap Jokowi seusai makan siang di Rumah Makan Medan Baru, Jalan Griya Agung, Jakarta Utara, Senin (8/6/2015).

Jokowi menegaskan, perluwasan kewenangan Bulog tidak akan sama dengan PT Pangan Lestari. Bulog sebagai penyangga pangan nasional tidak akan dibebankan untuk mencari keuntungan.

"Kalau Perum, bedanya di situ. Nanti ke penyangganya," jelas dia.

Secara terpisah, Menteri Pertanian Amran Sulaiman membenarkan pencopotan Lenny. "Tanya Menteri BUMN (Rini Soemarno), tapi saya sudah dapat kabar. Itu bukan pemecatan, tapi penyegaran," ungkap dia.

Menurut Amran, penyegaran pucuk pimpinan Bulog itu adalah permulaan dari perubahan organisasi Bulog. Fokus perubahannya pada fungsi stabilisasi harga pangan dan pembelian hasil panen langsung ke tingkat petani.

"Sekarang ini kita merubah sistemnya. Jadi yang dulu profit oriented, Bulog menjadi stabilisator dan masuk ke petani," kata Amran. 


(DOR)