Balap Motor

Pembalap Suzuki Boikot Balap, Bukti Mental dan Perilaku Buruk!

Ainto Harry Budiawan    •    Selasa, 09 Jun 2015 07:54 WIB
Pembalap Suzuki Boikot Balap, Bukti Mental dan Perilaku Buruk!
Tiga pembalap muda Suzuki mangkir dari balapan Suzuki Asia Challenge seri kedua. MTVN/A.Harry Budiawan

Metrotvnews.com, Bogor: Akhirnya PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menggelar press conference resmi terkait tiga pembalap mudanya yang mangkir dari race 1 Suzuki Asia Challenge (SAC). Padahal ini adalah laga balap yang harus mereka junjung tinggi, karena berada di level Asia dan digelar di Indonesia.

Menurut Suzuki, masalah ini hanyalah masalah mental dan attitude dari ketiga pembalap mudanya. Sebagai fasilitator, Suzuki coba menggali bibit pembalap muda daerah Indonesia dengan memenuhi akomodasi dan fasilitas hingga ajang SAC.

"Suzuki Indonesia sangat menyayangkan sikap ketiga pembalap kami, soal skill dan teknis mungkin mereka berbakat, tapi sebagai pembalap muda hanya kurang pada manajemen attitude-nya saja," kata Endro Nugroho, selaku Senior Director 2W PT SIS.

Pria berkacamata ini juga menambahkan seharusnya mereka mengerti aturan balapan. "Mereka sudah registrasi untuk ikut balap, berarti mereka terikat secara aturan. Tapi apa pun yang terjadi, ini jadi pembelajaran yang bagus untuk Suzuki dan pembalap muda kedepannya," tambahnya.

Kini meski telah mengajukan surat permohonan maaf kepada race director, dan diperbolehkan mengikuti race 2 SAC, bukan tidak mungkin mereka akan mendapatkan sanksi dari federasi. FIM Asia dan IMI sendiri sampai saat ini belum memutuskan sanksi apa yang akan dijatuhkan.

"Kami sudah melaporkan kejadian ini ke FIM Asia dan IMI sebagai lembaga balap Indonesia. Jika masalah ini bisa selesai, mereka bertiga masih bisa mengikuti seri ketiga SAC," papar Ron Hogg, Direktur dari Two Wheels Motor Racing selaku promotor balap Asian Road Racing Championship (ARRC).

Hal lain yang disayangkan karena ini adalah laga kandang mereka di perhelatan balap Asia. Selain namanya sudah terdaftar di penyelenggara balap, juga karena sisi profesionalitas yang tidak mereka junjung. Padahal ajang ini merupakan pembibitan pembalap menuju ajang balap dunia. Efeknya bisa fatal, yaitu trust tim balap akan hilang dan berakibat kelumpuhan karir balap selamanya.

Semoga saja masalah yang melanda tiga pembalap muda ini dengan pihak Suzuki Indonesia cepat teratasi dan Indonesia masih memiliki wakilnya di SAC seri ketiga dan seterusnya.
(UDA)