Moeldoko Bakal Tindak Tegas Oknum TNI yang Terlibat Keributan

Al Abrar    •    Senin, 08 Jun 2015 18:32 WIB
tni
Moeldoko Bakal Tindak Tegas Oknum TNI yang Terlibat Keributan
Panglima TNI Jenderal Moeldoko--MI/Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Panglima TNI Jenderal Moeldoko tidak akan kompromi dengan oknum prajurit yang terbukti terlibat keributan. Moeldoko berjanji menindak tegas prajurit yang terbukti terlibat kasus keributan, seperti di Sukaharjo antara prajurit Kopassus (pasukan elite TNI AD) dan prajurit TNI AU.

"Itu persoalan oknum. Prinsipnya kita tindak tegas," kata Moeldoko usai rapat dengan DPR Komisi I di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Untuk itu, sambungnya, untuk mengakrabkan sesama anggota TNI, dirinya akan meresmikan satuan operasi komando khusus gabungan.

Satuan khusus ini terdiri Detasemen 81 Penanggulangan Teror (Den Gultor, TNI AD), Detasemen Jala Mangkara (Den Jaka, TNI AL), dan Detasemen Bravo (Den Bravo, TNI AU).

"Besok, Panglima TNI akan meresmikan, kalau berkenan Presiden bisa hadir, akan resmikan satuan operasi komando khusus gabungan. Terdiri dari DEN 81, DEN JAKA, DEN BRAVO. Pasukan itu stand by (bermarkas) di Sentul, Bogor. Yang mana pasukan itu bisa digerakkan ke seluruh Indonesia dalam waktu sesingkat-singkatnya," tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Penerangan dan Perpustakaan Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto, Mayor (Sus) Hamdi Londong, mengidentifikasi ada 25 pelaku pengeroyokan terhadap empat anggota TNI AU, pada Minggu, 31 Mei dini hari.

Hamdi juga mendapat informasi bahwa sudah ada 12 tersangka atas kasus pengeroyokan itu. Akibat dari pengeroyokan itu, seorang anggota TNI AU bernama Zulkifli, 39, berpangkat Serma, anggota Bintara Sarban Dinas Logistik Mabes AU, meninggal pada Senin, 1 Juni, pukul 21.30. Zulkifli sempat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSP AU) Hardjolukito, Yogyakarta.

Satu rekannya, Pelda Teguh Prasetyo, anggota Skatek 042 Madiun, yang dirawat di rumah sakit yang sama, masih belum sadarkan diri. Sedangkan, dua anggota TNI AU lain yang juga menjadi korban, masih melakukan rawat jalan di Solo, Jawa Tengah.


(YDH)