Tips Mengelola Kalori Makanan dan Minuman

Torie Natalova    •    Selasa, 09 Jun 2015 12:01 WIB
kesehatan
Tips Mengelola Kalori Makanan dan Minuman
Cermat menghitung kalori makanan dan minuman. (Foto:drrobynsilverman.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berat badan berlebih pada dewasa maupun anak adalah karena rutin mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar tubuh setiap hari. Semua kalori dari makanan dan minuman akan berpengaruh pada penambahan berat badan termasuk di dalamnya minuman berkalori.

Untungnya, semua makanan dan minuman, bahkan yang berkalori tinggi atau rendah dari segi nilai gizi, dapat sesuai dengan gaya hidup aktif dan sehat yang meliputi pola konsumsi seimbang dan aktifitas fisik yang teratur.

Pola konsumsi seimbang adalah yang memenuhi kebutuhan nutrisi secara keseluruhan dan tidak melampaui kebutuhan energi. Kuncinya adalah mengetahui seberapa sering dan seberapa banyak makan atau minum, lalu menentukan jumlah kalori dan ukuran porsi yang tepat.

Penelitian menyarankan bahwa dengan pendekatan ‘langkah kecil’ untuk mengurangi asupan energi dan meningkatkan aktifitas fisik, bisa efektif mencegah penambahan berat badan. Langkah kecil berikut dapat membantu keluarga mengelola kalori dari minuman.

1. Jangan ragu-ragu melakukan perbandingan 
Bandingkan label makanan untuk jumlah kalori per sajian dan ukuran sajian.

2. Bijaklah dalam menentukan porsi
Menurunkan ukuran kemasan dan wadah minuman untuk dibagi atau memilih kemasan sajian tunggal dengan kandungan 100 kalori atau kurang per wadah dapat membantu menjaga kalori tetap terkendali.

3. Lakukan peralihan hemat kalori yang mudah  
Beralih dari minuman ringan yang tinggi kalori ke versi yang rendah atau tanpa kalori dapat menghemat 100 kalori per 240 ml atau lebih. Semua pemanis rendah dan tanpa kalori yang boleh digunakan pada makanan dan minuman di Amerika Serikat telah diteliti secara luas dan aman bagi setiap orang, termasuk anak-anak serta perempuan hamil dan menyusui. Satu-satunya pengecualian adalah anak yang lahir dengan kelainan genetik langka yang disebut dengan fenilketonuria (PKU), yakni kondisi tubuh tidak dapat memetabolisasi asam amino fenilalanin dan harus membatasi dengan amat ketat semua makanan berprotein serta pemanis aspartam, karena mengandung bahan tersebut.

4. Jaga nutrisi, kurangi kalori 
Jangan abaikan minuman kaya gizi seperti susu dan jus. Namun, beralihlah dari susu murni ke susu rendah lemak untuk menghemat 50 hingga 60 kalori per 240 ml. Jus jeruk 100% memiliki sekitar 120 kalori per 240 ml, namun juga mengandung asam folat, vitamin C dan gizi penting lainnya. American Academy of Pediatrics (AAP – Akademi Pediatri Amerika) menyarankan agar anak-anak mengonsumsi tidak lebih dari satu porsi saji jus buah per hari. (Indonesia SeGar/Beverageinstituteindonesia.org)


(LOV)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

6 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA