DPP Golkar Diserang, JK: Kesepakatan Tim 10 Tetap Jalan

Dheri Agriesta    •    Selasa, 09 Jun 2015 19:17 WIB
golkar
DPP Golkar Diserang, JK: Kesepakatan Tim 10 Tetap Jalan
Wakil Presiden Jusuf Kalla--Foto: Metrotvnews.com/Dheri Agriesta

Metrotvnews.com, Jakarta: Rencana islah Partai Golkar terancam batal. Kabar itu beredar setelah insiden penyerangan Kantor DPP Partai Golkar oleh 30 pemuda yang ditangkap karena kedapatan membawa senjata tajam.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut, permasalahan itu telah diselesaikan dengan baik. Dia juga yakin islah partai berlambang pohon beringin berjalan lancar. Dia mengatakan, Golkar kubu Agung Laksono baru saja melaporkan perkembangan terbaru.

"Tidak. Soal itu ya biasalah, ada yang ingin bikin acara di situ. Tapi sudah diselesaikan dengan baiklah," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2015).

Pria asal Makassar ini mengaku tak mengetahui berasal dari mana 30 orang itu. Tidak ada informasi yang didapat juru damai Partai Golkar ini. "Saya tidak tahu. Mana saya tahu, saya tidak ikut campur," tandas dia.

Mantan Ketua Umum Golkar itu membantah hubungan kedua kubu kembali memanas setelah kesepakatan islah terbatas yang difasilitasinya. Tim Sepuluh yang akan melakukan penjaringan terhadap calon kepala daerah akan menggelar rapat pada Kamis 11 Juni ini. Kesepakatan untuk menjaring calon kepala daerah tetap berjalan.

"Mudah-mudahan Kamis atau Senin karena Yorrys baru pulang dari luar negeri," kata JK.

Kantor DPP Golkar di Slipi, Jakarta Barat, Senin sore kemarin, diserang sekelompok orang tak dikenal. Kubu Agung Laksono menuding penyerang adalah suruhan kubu Aburizal Bakrie (Ical).

Aparat Polsek Metro Palmerah dibantu Polres Metro Jakarta Barat turun tangan. Sekitar 30 orang yang membawa senjata tajam dan berusaha masuk ke Kantor DPP Golkar akhirnya ditahan.


(MBM)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

6 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA