Pengamat: Panglima TNI Harus Berpikir Trimatra

Githa Farahdina    •    Selasa, 09 Jun 2015 21:40 WIB
panglima tni
Pengamat: Panglima TNI Harus Berpikir Trimatra
KSAD Gatot Nurmantyo (kiri) bersama Panglima TNI Jenderal Moeldoko/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Militer-Intelijen Nuning Kertopati Susaningtyas Nefo tak mempermasalahkan penunjukan Panglima TNI yang tak sesuai matra. Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berbeda dengan tradisi di masa mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini sama sekali tak menyalahi Undang-undang.

Hal terpenting menurut mantan anggota Komisi I DPR ini, Panglima TNI harus mumpuni dan memahami tugasnya dengan baik. "Panglima TNI harus lepad dari semangat ego sektoral, dia harus berpikir secara Trimatra, mikirin semua matra, bukan matranya sendiri," kata Nuning kepada Metrotvnews.com, Selasa (9/6/2015) malam.

Tak hanya itu, Panglima TNI juga harus memikirkan kemajuan alutsista yang semestinya berjalan linier dengan pembangunan SDM dalam tubuh TNI. Panglima juga harus memahami eskalasi ancaman dari banyak pihak.

"Hubungan negara tetangga harus terjaga dengan baik," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengirim surat resmi kepada DPR. Dalam surat itu, tertera nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Gatot Nurmantyo sebagai pengganti Jenderal Moeldoko.

Penunjukan Panglima TNI yang lagi-lagi dari Angkatan Darat dinilai sebagai keputusan tak biasa. Pasalnya, pada masa pemerintahan SBY, sang presiden selalu menunjuk Panglima TNI bergiliran sesuai matra Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut.

DPR pun ingin meminta penjelasan terkait langkah yang diambil presiden ke-tujuh Indonesia ini. Nuning menilai, diminta atau pun tidak, tak ada salahnya penjelasan diberikan.

"Saya rasa tidak ada salahnya presiden memberi penjelasan meski tak diminta atau ditanya DPR ya, karena dengan begitu jadi gamblang jelas dan dapat kurangi resistensi," tegas Nuning.


(OJE)