Disdik DKI Lanjutkan Pendataan KJP

- 01 Maret 2013 04:07 wib
<p>MI/Adam Dwi/vg</p>

MI/Adam Dwi/vg

Metrotvnews.com, Jakarta: Dinas Pendidikan (Disdik) DKI menegaskan pendataan dan pendaftaran siswa peserta Kartu Jakarta Pintar (KJP) belum usai dan masih berlanjut.

Pendaftaran masih terus dibuka di sekolah masing-masing, dan pendataan dari formulir pendaftaran KJP masih terus dilakukan, kata Kepala Disdik DKI, Taufik Yudi Mulyanto, di Balai Kota DKI, Kamis (28/2).

Taufik mengatakan, isu yang beredar di tengah-tengah masyarakat menyebutkan pendaftaran KJP akan segera ditutup akhir bulan ini, hal itu tidak benar. Akibat isu tersebut, terjadi penumpukan penerimaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di RT/RW dan kelurahan.

“Tidak ada batas waktu bagi pendaftaran KJP. Tidak ada kata selesai bagi proses KJP. Masyarakat tidak perlu khawatir tidak mendapatkan KJP. Karena kami akan memberikan pelayanan pembuatan KJP semudah mungkin. Karena kami membutuhkan akurasi data,” kata Taufik.

Meski saat ini baru 70.205 dari target 332.465 siswa penerima KJP, kata Taufik, sudah ada data yang masuk dan sedang diinput ke pihak Bank DKI sebanyak 100 ribu orang. Semua data akan terus berkembang dengan data pendaftaran yang masuk dari pihak-pihak sekolah.

Karena itu, Taufik mengimbau para orangtua peserta didik waspada terhadap iming-iming dari calo yang menawarkan untuk membuat SKTM sebagai salah satu persyaratan KJP. Pasalnya, selain akan melakukan verifikasi data, juga tidak selamanya SKTM menjadi salah satu persyaratan utama.

Artinya untuk menghindari calo SKTM, lanjutnya, warga tidak mampu juga bisa menyertakan surat pernyataan tidak mampu yang diketahui RT dan RW saja. “Prinsipnya KJP harus tepat sasaran dan tepat guna. Kami akan proteksi dan kawal berbagai data KJP yang ada. Jadi dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan,” ujarnya.

Menurut Taufik, penggunaan dana KJP tetap akan dipantau secara ketat. Peserta didik penerima KJP harus melaporkan pemakaian dana KJP setiap bulannya kepada sekolah. Kemudian pihak sekolah akan melaporkan laporan KJP setiap tiga bulan sekali kepada suku dinas pendidikan dasar (dikdas) dan pendidikan menengah (dikmen) di wilayah masing-masing.

Koordinator KJP yang juga menjabat Kepala Bidang SMK Disdik DKI, Happy Gustin, memaparkan rincian target peserta didik penerima KJP sebanyak 332.465 orang. Yaitu ada 8.074 peserta didik di Jakarta Pusat, 10.737 peserta didik di Jakarta Utara, 19.415 peserta didik di Jakarta Barat, 10.872 peserta didik di Jakarta Selatan, 20.200 peserta didik di Jakarta Timur dan 907 peserta didik di Kepulauan Seribu.

Happy mengakui terjadinya antrean permohonan pembuatan SKTM, karena ada isu yang beredar di masyarakat pendaftaran KJP akan tutup sebentar lagi. “Kelurahan Kapuk yang terjadi antrean SKTM untuk KJP. Karena ada isu hari ini adalah hari terakhir penerimaan KJP. Itu tidak benar,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Happy juga menegaskan warga tidak perlu menggunakan calo untuk mendapatkan SKTM. Karena dengan keterangan dari RT/RW menyatakan keluarga tidak mampu, itu sudah cukup untuk mendapatkan KJP. (Selamat Saragih/Agt)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…