Sekretaris F-PAN: Dana Aspirasi Rp20 Miliar Tidak Perlu Dicurigai

Surya Perkasa    •    Rabu, 10 Jun 2015 16:56 WIB
dpr
Sekretaris F-PAN: Dana Aspirasi Rp20 Miliar Tidak Perlu Dicurigai
Yandri Susanto. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Fraksi PAN di DPR Yandri Susanto meminta publik tak mencurigai dana aspirasi Dewan. Penggunaan dana aspirasi, kata dia, diawasi sangat ketat.

"Adanya anggaran aspirasi sangat bagus dan tidak perlu dicurigai. Kita bukan bawa uang cash. Itu dari APBN program dari kementerian lembaga, kita hanya bawa aspirasi (mengusulkan program)," kata Sekretaris Fraksi PAN DPR Yandri Susanto di Kompleks Parlemen Serbuan, Jakarta, Rabu (10/6/2015).

Pelaksanaannya, ujar Yandri, diatur undang-undang. Sementara pengawasan melibatkan KPK dan Kepolisian. "Anggota DPR tidak perlu cawe-cawe (ikut campur tangan) dalam program ini. Jangan ini dianggap proyek celah atau pintu untuk mengeruk keuntungan," tegas anggota Komisi II DPR ini.

Yandri menuturkan dana yang bersumber dari APBN berguna untuk memenuhi aspirasi masyarakat yang tak diprogramkan pemerintah daerah atau kementerian. Dana ini juga bisa digunakan lintas sektor tergantung program yang diusulkan Dewan. Yang jelas, kata dia, anggota DPR juga mengawal agar penggunaan dana aspirasi tidak menyimpang dari rencana.  

"Misalnya mengajukan program masuk ke kementerian mana. Itu yang DPR harus kawal. Misalnya semennya harga berapa? Proyeknya harga berapa? Makannya kita kawal oleh kepolisian, kejaksaan, KPK, BPK, dan LSM," terang dia.

Dia memastikan penggunaan dana aspirasi tidak tumpah tindih dengan anggaran kementerian atau pemerintah daerah. Menurutnya, dana aspirasi pada dasarnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tidak dianggarkan dalam pagu APBD atau APBD.

DPR mengajukan anggaran dana aspirasi daerah pemilihan (dapil) Rp20 miliar per tahun per anggota. Jadi, untuk semua anggota Dewan, total anggaran yang diminta Rp11,2 triliun.

Permintaan tertuang dalam rapat pembahasan RAPBN 2016. Tak ingin bergulir liar, Ketua DPR Setya Novanto mengatakan, dana aspirasi dapil masih usulan.

"Dana aspirasi sedang dibahas di semua fraksi. Ini menjadi kewajiban bagi anggota. Ini (dana aspirasi) tidak dimiliki (anggota), tapi semua diserahkan pada pemerintah (Pemda)," kata Setya di Gedung Parlemen, Selasa 9 Juni.


(KRI)