Kapolda Jatim Desak Tersangka Komisoner Bawaslu Segera Diganti

Amaluddin    •    Rabu, 10 Jun 2015 17:19 WIB
kasus korupsi
Kapolda Jatim Desak Tersangka Komisoner Bawaslu Segera Diganti
Kantor Bawaslu Jatim saat digeledah polisi beberapa waktu lalu. Foto: Metrotvnews.com/Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Hingga saat ini tiga komisioner Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur tersangka dugaan korupsi dana hibah pilgub 2013 belum ditahan.

Kepolisian Daerah Jatim pun mengirimkan surat kepada Bawaslu pusat agar segera mengganti tiga komisioner Bawaslu Jatim itu guna memperlancar proses penyidikan dan tidak terkesan tebang pilih.

"Saya sudah kirim surat beberapa hari lalu ke Bawaslu RI agar tiga komisoner itu cepat diganti. Biar penyidikannya berjalan lancar dan tiga komisionernya bisa fokus untuk menjalani pemeriksaan," tegas Kapolda Jatim, Irjen Pol Anas Yusuf, di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (10/6/2015).

Sampai saat ini, kata Anas, penahanan tidak dilakukan karena tiga komisioner tersebut masih dibutuhkan tenaganya dalam mengawasi proses pelaksanaan pilkada serentak yang akan digelar 9 Desember mendatang. "Yang jelas, kasus ini masih terus didalami. Puluhan saksi sudah dimintai keterangan," dalihnya.

Subdit Tipidkor Polda Jatim menyelidiki kasus dugaan korupsi pada dana hibah pemilihan gubernur Jatim 2013. Setelah melakukan pemeriksaan 87 saksi (termasuk anggota Panwaslu kabupaten dan kota se Jawa Timur), polisi mengamankan sejumlah barang bukti.

Polisi juga mendapatkan hasil audit dari BPKP dan menemukan kerugian negara sekitar Rp5,6 milliar. Walhasil, penyidik langsung menetapkan 10 orang sebagai tersangka.

Mereka adalah Amru (Sekretaris Bawaslu), Gatot Sugeng Widodo (Bendahara Bawaslu). Indriyono dan Akhmad Khusaini, keduanya rekanan penyedia barang/jasa Bawaslu Jatim. Serta tiga tersangka lainnya dari rekanan Bawaslu.

Sementara itu, tiga komisioner Bawaslu Jatim yakni SU (Ketua Bawaslu Jatim), SSP (Komisioner), dan AP (komisioner) tidak ditahan meski telah diperiksa sebagai tersangka. Pasalnya, karena permintaan dari Ketua Bawaslu Pusat terkait persiapan Pilkada Serentak untuk 19 kabupaten/kota se-Jatim pada 9 Desember 2015.

Dari 10 orang tersangka, penyidik sudah menahan empat orang yakni, Amru, ditahan sejak 19 Mei 2015. Sedangkan Indriyono dan Akhmad Khusairi, ditahan sejak 25 Mei 2015. Dan Gatot Sugeng Widodo ditahan sejak 27 Mei 2015.


(UWA)

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

2 hours Ago

Tim kuasa hukum Novanto mempertanyakan alat bukti yang menjadi dasar pembuatan surat dakwaan.

BERITA LAINNYA