BTN Cari Dana Rp3 Triliun Dukung Program Sejuta Rumah

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 10 Jun 2015 17:46 WIB
btn
BTN Cari Dana Rp3 Triliun Dukung Program Sejuta Rumah
BTN (MI/SUSANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) berencana mencari pendanaan baru yang nantinya berasal dari Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) dan EBA Surat Pernyataan (EBA SP). Total pendanaan baru ini ditargetkan mencapai Rp3 triliun.

Hal tersebut seperti disampaikan Direktur Keuangan BTN Iman Nugroho Soeko, ditemui dalam acara public expose perseroan, di Gedung UOB, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (10/6/2015). "Dana Rp3 triliun. Untuk KIK EBA mencapai Rp1,5 triliun, dan EBA SP mencapai Rp1,5 triliun," terang dia.

Menurut dia, rencana pendanaan ini sejalan dengan kesiapan perseroan dalam menggarap program sejuta rumah. Selain itu, perseroan juga bisa mendapatkan bilateral loan jika memang kebutuhan pendanaan masih diperlukan.

Perseroan sudah memiliki pipeline pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) dan International Finance Corporation (IFC). Namun demikian, perseroan belum bisa menjelaskan berapa besar jumlah pinjaman yang diinginkan.  "Jangan sampai dana pinjaman itu dicairkan, tapi tidak terpakai sama sekali," jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, BTN menjalankan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp3 Triliun. Dengan kupon bunga obligasi yang ditawarkan sebesar 9,2-9,9 persen.

Obligasi berkelanjutan Tahap I 2015 ini memiliki 4 seri, yaitu Seri A, Seri B, Seri C dan Seri D. Untuk seri A memiliki tenor 3 tahun 9,2-9,4 persen, seri B dengan tenor 5 tahun 9,35-9,6 persen, Seri C dengan tenor 7 tahun 9,5-9,75 persen, dan Seri D dengan tenor 10 tahun 9,65-9,9 persen dengan pembayaran kupon dilakukan secara triwulan dengan pembayaran pertama pada 7 Oktober 2015.

"Dana hasil obligasi ini akan dipergunakan perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dalam mensukseskan program 1 juta rumah yang telah dicanangkan pemerintah," tutup Direktur Utama Bank BTN Maryono.


(ABD)