Ingin Cari Ilmu, Malah Kena Tipu

Dimas Prasetyaning    •    Rabu, 10 Jun 2015 21:18 WIB
penipuan
Ingin Cari Ilmu, Malah Kena Tipu

Metrotvnews.com, Jakarta: Modus tindak penipuan semakin beragam. Para pelakunya bahkan berani keluar bermodal jutaan rupiah demi menyasar korban tertentu dengan target hasil milyaran rupiah.

Seperti yang menimpa seratusan orang warga Cibubur, Kab. Bogor. Mereka menjadi korban tindak penipuan yang berkedok lembaga pendidikan bahasa asing, Global Bahasa, yang berada di Ruko Citra Grand, Cibubur. 

"Kami mendaftarkan anak-anak kami untuk kursus bahasa. Baru berjalan beberapa minggu tiba-tiba proses belajar dihentikan sepihak. Pemiliknya terindikasi lari membawa investasi uang kursus," ujar Tyas, seorang orang tua murid.

Seperti seratusan orang tua lainnya, Tyas sudah mengeluar uang jutaan rupiah untuk mendaftarkan anak-anaknya kursus bahasa asing di Global Bahasa. Uang sebesar itu adalah biaya kursus untuk paket satu semester hingga tiga tahun sekaligus.

"Per paket biaya sekitar Rp 7 juta hingga 8 juta. Ada juga yang mengambil paket 2 atau 3 tahun ke depan dan dibayar lunas," paparnya.

Biaya per paket yang setinggi itu karena terdiri dari lebih dari satu bahasa asing sekaligus. Global Bahasa juga aktif berpromosi selama beberapa bulan di pusat perbelanjaan mewah tak jauh dari ruko tempat kursus berlangsung. 

Maka meski tergolong baru, namun aktifitas promosi dan lokasi kursus membuat para orang tua percaya. Terlebih kegiatan kursus pun sempat berlangsung meski tidak sesuai dengan janji-janji dalam promosi.

"Jumlah peserta les sekitar 500 orang. Jika dikalkulasikan jumlah dana investasi yang telah diterima pemilik Global Bahasa sekitar Rp 4 milyar," sambung Tyas.

Konfirmasi ke Global Bahasa telah dilakukan. Tapi ternyata para staf promosi dan pengajar yang ada juga mengaku belum digaji oleh pemilik Global Bahasa, Chris Suryo Wongso dan Walter Nagawijaya.

Pekan lalu, kasus dugaan penipuan ini telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Kini kelompok korban menggandeng KPAI bidang pendidikan agar turut mengawal proses hukum kasusnya.

 


(LHE)