Tangkis Suku Bunga AS dengan Bond Stabilitation Fund

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 11 Jun 2015 08:43 WIB
pertumbuhan ekonomi
Tangkis Suku Bunga AS dengan <i>Bond Stabilitation Fund</i>
Ilustrasi -- FOTO: Antara/Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah tengah menyiapkan skema pengadaan dana khusus demi menjaga stabilitas saat kemungkinan buruk menimpa ekonomi Indonesia. Skema tersebut bernama Bond Stabilitation Fund.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2015) malam. Menurut bambang, skema ini bisa diterapkan untuk menjaga ekonomi nasional saat diterjang kebijakan normalisasi Amerika Serikat yang berupaya menaikkan suku bungannya.

Menurut dia, skema ini sudah digaungkan sejak 2011 lalu. Namun, kata Bambang, skema dana simpanan tak terduga (dana abadi) ini baru akan digunakan saat suasana darurat.

"Bond Stabilitation framework itu sudah ada sejak saya masuk Kemenkeu 2011. Karena yang namanya sudden reversal (penarikan dana asing) bisa terjadi setiap saat, apalagi sekarang momen orang khawatir soal Amerika, lalu isu lainnya, jadi harus selalu ada yang namanya stabilitation framework," terangnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan.

Skema ini, dijelaskan Bambang, akan menjadi lapis tertinggi jika Bond Stabilitation Framework tak ampuh menangkal risiko yang terjadi.

Lebih jauh dirinya menegaskan, skema ini bukan upaya intervensi pemerintah terhadap dana asing yang keluar seperti halnya Bank Indonesia melakukan intervensi terhadap rupiah yang tergerus oleh dolar. Namun, lebih kepada pemerintah melalui BUMN-nya membeli obligasi saat terjadi outflow.

"Bukan intervensi. Artinya ini harus ada sebagai stabilisasi aja, bukan untuk cari keuntungan, dikit-dikit masuk. Makanya dia harus terakhir. ketika yang framework terpakai penuh namun maish belum cukup, disinilah fund-nya masuk," pungkas dia.


(AHL)