Keterangan Berbelit Agus, Tersangka Pembunuh Angeline

Krisiandi    •    Kamis, 11 Jun 2015 09:35 WIB
penemuan jenazah angeline
Keterangan Berbelit Agus, Tersangka Pembunuh Angeline
Sejumlah warga menyaksikan lokasi ditemukannya jenazah Angeline (8) di Jalan Sedap Malam, Kota Denpasar, Bali, Rabu (10/6/2015). Foto: Fikri Yusuf/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Keterangan tersangka pembunuh Angeline, 8, Agus berubah sejak diperiksa, kemarin. Awalnya, Agus mengatakan Margaret lah yang membunuh Angeline. Margaret adalah ibu tiri korban.

Keterangan Agus itu disampaikan aktivis perlindungan perempuan dan anak di Bali, Siti Supura, yang mengaku dapat informasi dari penyidik. "Setelah Angeline ditemukan, dia baru memberikan pengakuan jika dialah yang menguburkan Angeline atas perintah Margaret," kata aktivis yang biasa dipanggil Ipung itu, Rabu 10 Juni.

Pada 16 Mei 2015, tutur Ipung, mengulang pengakuan Agus, Angeline tengah menggambar di kamarnya. Lalu, Margaret memanggil Angeline. Bocah yang masih duduk di bangku kelas 2 SD itu pun berlari menuju kamar ibu angkatnya tersebut.

Selang 10 menit kemudian, Margaret berteriak menyebut-nyebut nama Angeline. Suaranya seperti meratapi sebuah penyesalan yang luar biasa. "Diduga kuat Angeline mati saat itu setelah disiksa dan dibunuh," ujarnya.      

Namun kemudian, polisi menersangkakan Agus. Pria yang bekerja sebagai pembantu di rumah Margaret itu diduga kuat sebagai pembunuh Angeline. Selain menghabisi nyawa bocah kelas dua SD itu, Agus juga memerkosanya.  

Kapolres Denpasar Kombes Agung Made Sudana menduga, motif pembunuhan yang dilakukan terhadap bocah berusia 8 tahun ini, agar kasus pemerkosaan yang dilakukan Agus kepada Angeline tak terbongkar.

"Motif pembunuhan diduga karena Agus ingin menutupi perbuatannya yang telah memperkosa Angeline dua kali," kata Sudana di Mapolresta Denpasar, Bali, Rabu 10 Juni, malam.

Sudana mengungkapkan, dalam pengakuannya Agus membenturkan kepala anak kandung Hamida itu, hingga tewas.

"Sesuai pengakuan tersangka Agus, Angeline dibunuh dengan cara dibenturkan kepalanya. Setelah disiksa terlebih dahulu dengan menyundutkan rokok," ungkap dia.


(KRI)