Operasi Sandi Perisai 15 untuk Pengamanan Perbatasan

Aedy azeza ulfi    •    Kamis, 11 Jun 2015 10:51 WIB
perbatasanpulau terluar
Operasi Sandi Perisai 15 untuk Pengamanan Perbatasan
Radar TNI AU di Tarakan--Metrotvnews.com/Aedy Azeza Ulfi

Metrotvnews.com, Tarakan: Operasi sandi perisai, atau operasi sakti digelar hari ini. Operasi tersebut digelar untuk mengawasi perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Perairan Ambalat dan Tarakan.

"Operasi sandi perisai 15 ini pengamanan perbatasan laut dan udara yang ada di kalimantan," ujar Panglima Komando Operasi Angkatan Udara II Makasar Indonesia Timur Marskal Muda TNI Barhim di Landasan Udara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (11/6/2015).

Menurut Barhim operasi ini merupakan operasi yang dilakukan setiap tahunnya. "Tugas kita dalam operasi ini (operasi sakti), mengamati seluruh lintas udara seperti pelanggaran yang dilakukan negara tetangga kita. Kalau ada peningkatan pelanggaran, saat inilah kita berada di sini. Hal ini tidak kami anggap ringan, karena dapat memicu provokasi terhadap hubungan antarnegara," tuturnya.

Dia juga menambahkan, sangat mendukung operasi ini. "Saya dukung kegiatan Ambalat yang dilakukan TNI, dalam hal ini pengamanan perbatasan," pungkasnya.

Pesawat tempur sergap F16 milik TNI Angkatan Udara melakukan operasi sakti dari Landasan Udara Juwata Tarakan, hari ini, pada Kamis (11/6/2015).

Operasi digelar untuk melakukan pengawasan di lalu lintas udara di area Tarakan dan perairan Ambalat terhadap pesawat asing yang kerap kali melewati perbatasan. Tiga pesawat dari Lanud Iswahyudi memasuki kawasan Lanud Juwata Tarakan, kemarin, Rabu (10/6/2015).

Pantauan Metrotvnews.com, tiga pesawat F16 masih melakukan operasi saat ini. Pesawat mulai lepas landas pada pukul 09.00 WITA. Pesawat dengan seri TS 1609 lebih dulu lepas landas, untuk kemudian disusul pesawat tempur sergap F16 seri TS 1605 Tipe A.


(YDH)