Budiman Sudjatmiko: Dana Aspirasi Rp20 M Lecehkan Nurani dan Akal Sehat

Krisiandi    •    Kamis, 11 Jun 2015 11:00 WIB
dpr
Budiman Sudjatmiko: Dana Aspirasi Rp20 M Lecehkan Nurani dan Akal Sehat
Budiman Sudjatmiko. Foto: Angga Yuniar/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko menolak gagasan alokasi dana aspirasi senilai Rp20 miliar per anggota DPR. Menurutnya, wacana tersebut sudah tidak bisa diterima akal sehat.   

Budiman berpendapat, ada empat alasan mengapa dana aspirasi tak bisa diterima akal sehat. Pertama, kata dia, anggaran yang ditujukan untuk pembangunan daerah pemilihan tidak memiliki alasan kuat.

"Sebab fungsi DPR yakni legislasi, pengawasan dan anggaran tidak perlu menjangkau sejauh itu, dimana anggota DPR menjadi semacam saluran anggaran yang selama ini ada (tunjangan reses dan sebagainya) belum dapat dimaksimalkan untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan," ujar Budiman melalui keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2015).

Alasan selanjutnya, jika pada akhirnya dana aspirasi itu direalisasikan, maka kerja anggota DPR kemudian akan diukur dari bagaimana dana aspirasi itu disalurkan. Seorang anggota DPR hanya akan fokus terhadap penyerapan dana aspirasi.

"Tentu akan ada faktor-faktor subjektif di dalamnya, yakni menyangkut basis pemilihan dan sebagainya. Sementara sejatinya ketika sudah menjadi anggota DPR semestinya anggota yang bersangkutan sudah terlepas dari sekat-sekat subjektif tersebut dan bekerja untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas," paparnya.

Ketiga, kata dia, masih banyak anggota DPR yang memiliki kesungguhan bekerja tanpa harus dibekali alokasi anggaran hingga Rp20 miliar. Mereka, ujar Budiman, sekuat tenaga bekerja untuk menghasilkan undang-undang yang baik untuk kepentingan masyarakat sesuai fungsinya.

Terakhir, dengan adanya dana aspirasi terkesan anggota DPR mengambil kerja eksekutif. Karena jika alasannya untuk kepentingan daerah pemilihan, di daerah pemilihan terdapat pemerintah daerah.

"Belum lagi dikarenakan daerah pemilihan yang beragam ada yang dua kabupaten/kota bahkan ada yang sampai belasan kabupaten/kota dengan beragam persoalan dan kesulitan sendiri-sendiri," ungkapnya..

"Dengan keempat alasan tersebut saya rasa cukup untuk menegaskan, bahwa dana Rp20 miliar tersebut sudah melecehkan nurani dan akal sehat, baik untuk anggota DPR maupun untuk rakyat," ujar mantan aktivis PRD ini.

Budiman mengaku percaya masih banyak anggota DPR yang bekerja dengan kesungguhan untuk kepentingan rakyat. Oleh sebab itu anggota DPR jangan dikecilkan dengan urusan Rp20 miliar semata, namun lebih dari itu adalah bagaimana menghasilkan undang-undang yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat secara luas demi kelangsungan bangsa dan negara.

"Melecehkan rakyat, dikarenakan bahwa kebutuhan rakyat yang beragam itu bukanlah disahuti dengan Rp20 miliar tetapi dengan kerja-kerja yang baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang," pungkasnya.

 


(KRI)