Bilderberg, Konferensi Rahasia Petinggi Dunia yang Tak Boleh Diliput

Willy Haryono    •    Kamis, 11 Jun 2015 11:33 WIB
konferensi bilderberg
Bilderberg, Konferensi Rahasia Petinggi Dunia yang Tak Boleh Diliput
Sebuah hotel mewah di Austria tempat berlangsungnya konferensi rahasia Bilderberg, Kamis (11/6/2015). Getty

Metrotvnews.com, Telfs-Buchen: Pertemuan ini digelar di Pegunungan Alpen dan melibatkan banyak pemimpin serta tokoh penting dunia. Namun, ini bukanlah Group of Seven (G7) atau Davos, melainkan Bilderberg, konferensi grup rahasia yang tidak boleh diliput media. 

Seperti dikutip AFP, Konferensi Bilderbeg tahun ini digelar di sebuah hotel mewah di Telfs-Buchen, pegunungan Alpen, Austria, Kamis (11/6/2015). Pertemuan super rahasia ini diadakan kali pertama di Oosterbeek, Belanda, pada Mei 1954. 

Rapat kali ini melibatkan beberapa perdana menteri, sekelompok bankir dan pakar teknologi. mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger, kepala NATO dan eksekutif top seperti Eric Schmidt dari Google dan bos Ryanair Michael O'Leary. 

Bertolak belakang dari konferensi G7 di dekat Bavaria pada akhir pekan lalu, tidak ada satu pun awak media yang diperbolehkan mendekat ke area Bilderberg. Penyelenggara acara menyebut media dilarang meliput agar semua peserta dapat membicarakan berbagai isu dunia dengan bebas. 

Bertujuan mendorong "dialog antara Eropa dan Amerika Utara" pada saat kali pertama digagas, konferensi Bilderberg berlangsung di bawah aturan Chatham House Rule. Ini artinya, "semua peserta bebas menggunakan informasi yang diterima dalam pertemuan, tapi identitas pemberi informasi dan siapapun yang mengomentarinya, tidak boleh disebutkan."

"Karena konferensi ini bersifat privat, peserta dapat bebas mendengarkan, merefleksikan dan mengumpulkan berbagai sudut pandang," tulis pernyataan dalam situs Bilderberg. 

Siapapun yang mengharapkan adanya konferensi pers atau semacam pernyataan, dipastikan akan kecewa. "Tidak ada agenda, resolusi, voting atau pernyataan apapun yang dirilis dari pertemuan ini," sambung situs itu. 

Mereka yang hadir dalam konferensi Bilderbeg tahun ini termasuk Menteri Keuangan Inggris George Osborne, PM Belanda Mark Rutte, beberapa tokoh dunia dan juga bangsawan Putri Beatrix dari Kerajaan Belanda. 

Terdapat pula mantan kepala Badan Intelijen AS (CIA) David Petraeus, prajurit top John Allen yang kini menjadi utusan presiden AS dalam koalisi melawan kelompok militan Islamic State (ISIS), ekonom Martin Feldstein dan kepala Eurogroup Jeroen Dijsselbloem. 

Karena tidak disebutkan detail, situs Bilderberg hanya menyebut agenda umum dalam pertemuan ini, yakni artificial intelligence atau kepintaran buatan (AI), keamanan siber, senjata kimia, Yunani, Iran, Timur Tengah, NATO, Rusia, Kerajaan Inggris dan sesuatu yang disebut "beragam ancaman."

Masalah perubahan iklim dan pemanasan global disebutkan Bilderberg tidak masuk dalam agenda tahun ini. Masalah kelaparan dunia dan diskriminasi juga tidak disebutkan. Sebagian besar peserta tahun ini adalah pria. 

Keamanan di sekitar pelaksanaan konferensi Bilderberg super ketat. Polisi menghentikan siapapun yang tidak masuk dalam daftar undangan, dan juga menerapkan denda bagi pelanggar hingga USD565.

Sekitar 2100 polisi disiagakan di lokasi acara hingga beberapa hari ke depan, seiring rencana unjuk rasa warga Austria pada Sabtu mendatang. Satu-satunya jalan ke hotel tempat berlangsungnya acara diblokade.

Tidak hanya itu, tabloid Kronen-Zeitung menyebutkan militer Austria mengaktifkan radar khusus dan juga menyiagakan sejumlah helikopter Kiowa yang dilengkapi senapan mesin. 

(WIL)