Tinggal Bersama Penderita Asma? Ingat Hal-Hal Ini

   •    Kamis, 11 Jun 2015 12:19 WIB
kesehatanpenyakit
Tinggal Bersama Penderita Asma? Ingat Hal-Hal Ini
Jauhkan penderita asma dari debu. (Foto:dailymail.co.uk)

Metrotvnews.com, Jakarta: Apakah Anda memiliki pasangan atau keluarga yang menderita asma? Ya, hidup dan tinggal dengan seorang penderita asma terkadang memang tidak mudah. Anda tentu perlu mengetahui apa saja yang harus dan tidak harus dilakukan ketika bersama mereka.

Asma adalah gangguan inflamasi pada saluran udara yang umumnya terkait dengan sesak dada, sesak napas dan batuk. Gejala asma dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti lingkungan, makanan dan perbedaan psikologis.

Lalu, apa saja yang perlu diingat ketika hidup atau menghabiskan waktu bersama seorang penderita asma untuk membuat mereka nyaman dan bahagia?

- Mereka terancam oleh asap rokok
Seorang penderita asma sangat anti terhadap asap rokok. Jika Anda adalah seorang perokok, pastikan Anda bertanya lebih dulu sebelum menyalakan rokok di sekitar mereka. Ya, mereka bisa saja akan mengatakan baik-baik saja, namun faktanya, asap rokok dapat membuat mereka akan sulit bernapas atau bahkan memicu serangan asma. Jadi, pastikan Anda menjaga jarak dengan mereka  jika tetap berkeinginan merokok.

- Mereka bisa menjadi lebih buruk karena debu
Selain asap rokok, debu juga sangat mengganggu penderita asma. Bahkan, debu bisa menjadi faktor utama dari risiko sesak napas. Untuk itu, pastikan Anda selalu menjaga kebersihan rumah agar terbebas dari debu. Selain itu, selalu buka jendela untuk sementara waktu setiap hari agar udara segar masuk ke dalam rumah. Jangan lupa untuk selalu menyapu dan dan mengepel secara teratur untuk mencegah penumpukan debu di lantai dan permukaan.

- Mereka terkadang alergi terhadap hewan peliharaan
Bulu hewan peliharaan terkadang juga dapat memperburuk gejala asma. Untuk itu, pikirkan kembali sebelum Anda membeli hewan peliharaan terutama ketuka Anda hidup dengan seorang penderita asma. Namun, jika Anda sudah terlanjur memiliki hewan peliharaan, usahakan untuk selalu menjaga kebersihan hewan peliharaan Anda. Pastika bulu hewan tidak menempel di sofa, tempat tidur atau perabotan lainnya yang biasanya digunakan oleh penderita asma.

- Mereka bisa bereaksi buruk terhadap parfum
Parfum dapat mengiritasi saluran udara penderita asma, sehingga sulit untuk bernapas. Jika Anda hendak menyemprotkan parfum, usahakan Anda menjauh dari mereka untuk memastikan bahwa penderita asma tidak menghirup parfum yang Anda kenakan.

- Mereka harus terbebas dari stres
Stres akan sangat berdampak buruk terhadap penderita asma karena dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Selama masa stres tinggi, penderita asma dapat mulai menderita sesak napas lebih dari akut yang akan meningkatkan tingkat stres umum mereka. Seringkali, situasi stres juga akan diperburuk oleh perasaan terisolasi, perasaan menderita, kesepian dan tidak mampu mengatasi berbagai tekanan. Jika Anda melihat gejala yang parah atau akut yang datang tiba-tiba, ini bisa disebabkan oleh stres. Yang perlu Anda lakukan adalah tawarkan bantuan untuk mengelola beban kerja mereka, atau hanya berbicara dengan mereka sehingga dapat mengurangi gejala.

- Mereka bisa sangat sensitif terhadap obat-obatan tertentu
sekitar 10-20 persen dari penderita asma dewasa memiliki kepekaan yang meningkat untuk aspirin dan obat penghilang rasa sakit lainnya. Untuk itu, sangat penting untuk selalu memeriksa label sebelum membeli obat-obatan bagi penderita asma. Dokter juga harus menyadari kondisi penderita asma didasarkan pada catatan medis mereka untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan ketika penulisan resep. Tetapi jika obat apapun tampaknya membuat gejala asma semakin buruk, segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda.

- Mereka mungkin harus terhindar dari makanan yang kaya Sulfit
Sekitar 5-10 persen dari penderita asma juga menderita alergi terhadap Sulfit. Sulfit adalah aditif umum yang terdapat dalam banyak makanan dan obat-obatan. Sulfit juga bisa secara alami ada di sejumlah sayuran dan ikan. Jika Anda tinggal dengan penderita asma yang menderita alergi sulfit, selalu memeriksa label pada makanan untuk memastikan bahwa makanan tersebut tidak mengandung sulfit.

- Gejala mereka dapat berubah dari waktu ke waktu
Gejala asma dapat berubah setiap waktu. Terkadang hampir tak terlihat, namun bisa jadi di lain waktu gejala asma mereka cukup parah bahkan hingga sangat fatal. Kabar baiknya, gejala asma cenderung menjadi kurang parah karena faktor usia. Namun meski penderita asma dapat memudar dari waktu ke waktu, perlu diingat bahwa gejala bisa saja muncul kembali. Jadi sangat penting untuk menjadi lebih waspada.

- Mereka sering berjuang untuk tidur dengan benar
Penderita asma umumnya sering batuk dan merasa sesak napas ketika mencoba untuk tidur. hal ini tentu saja akan membuat mereka susah tidur. Meski tidak semua pederita asma mengalami masalah ini, namun sangat penting bagi mereka untuk berkonsultasi dengan dokter sehingga mereka bisa mendapat penanganan yang tepat. Hal ini tidak hanya membantu mereka untuk tidur, tetapi juga akan membantu Anda untuk tidur tanpa terganggu oleh batuk atau sesak napas.

- Mereka perlu beristirahat secara teratur selama berolahraga
Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik memang sangat diperlukan. Bahkan penderita asma juga perlu menjalankan gaya hidup aktif. Tetapi, ketika melakukan aktivitas berat, penderita perlu untuk beristirahat untuk memulihkan diri dari asma agar tidak kambuh sewaktu-waktu. (Ningtriasih/Lifehack)



(LOV)