Subsidi Solar Tetap Rp1.000/Liter di RAPBN 2016

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 11 Jun 2015 12:37 WIB
rapbn 2016
Subsidi Solar Tetap Rp1.000/Liter di RAPBN 2016
Solar (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyepakati subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis solar tetap sebesar Rp1.000 per liter.

"Semua fraksi sudah menyampaikan pendapatnya, maka disimpulkan bahwa subsidi tetap untuk solar Rp1.000 per liter," kata Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika, dalam rapat kerja (raker) Komisi VII dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Kardaya menjelaskan, keputusan subsidi tetap ini masih berdasarkan beberapa catatan. Dari tujuh fraksi yang datang sebanyak lima fraksi yaitu Golkar, Demokrat, PKB, PPP, dan Hanura setuju subsidi tetap yakni Rp1.000 per liter. Sedangkan, dua fraksi lainnya yaitu Gerindra menetapkan subsidi tetap solar seharusnya Rp1.200 per liter dan PDIP menetapkan Rp1.500 per liter.

Alasan Fraksi Gerindra menetapkan subsidi solar berada di level Rp1.200 per liter itu dikarenakan melihat kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus melambung. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra Arry Purnomo.

"Karena perkembangan harga sembako yang tak terkendala dan jatuhnya nilai rupiah, kami usulkan adanya tambahan besaran subsidi, dan agar dipertimbangkan kenaikan inflasi.‎ Kami usulkan subsidi tetap Rp1.200 per liter," ujar Arry.

Sementara itu, alasan Fraksi PDIP menetapkan subsidi solar berada di level Rp1.500 per liter karena subsidi itu harus mengikuti harga perkembangan minyak dunia. 

Namun demikian, pimpinan rapat akhirnya mengetuk palu sebagai tanda kesimpulan akhir subsidi solar ini, yang disepakati bahwa subsidi tetap untuk solar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 sebesar Rp1.000 per liter.


(ABD)