Tiga Pekan Pencarian Angeline sebelum Ditemukan Tewas

   •    Kamis, 11 Jun 2015 13:22 WIB
penemuan jenazah angeline
Tiga Pekan Pencarian Angeline sebelum Ditemukan Tewas
Suasana di lokasi penemuan jenazah Angeline di Denpasar, Metrotv

Metrotvnews.com, Denpasar: Kabar seorang bocah berusia 8 tahun, Angeline, hilang di Denpasar, Bali, menjadi berita yang menarik perhatian pada Mei 2015. Setelah tiga pekan dicari, kabar duka yang didapat, Angeline ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Bocah dengan paras ayu dan berambut panjang itu menjadi pembicaraan di beberapa media lokal maupun nasional. Beragam spekulasi pun muncul terkait hilangnya Angeline, mulai dari penculikan, jadi korban penjualan anak-anak, hingga penganiayaan.

Namun pada 10 Juni 2015, kurang lebih pukul 11.00 WIB, titik terang pun muncul. Angeline ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Tim forensik pun menemukan luka memar dan bekas jeratan tali pada leher bocah malang itu. Hasil penyidikan pun menetapkan seorang tersangka yang menganiaya Angeline hingga tewas.

Berikut kronologi kasus Angeline dalam tiga pekan terakhir:

16 Mei 2015
Margareith C Megawe mendatangi Mapolsek Denpasar Timur. Ia melapor bahwa anak angkatnya, Angeline, hilang saat bermain di depan rumah mereka di Jalan Sedap Malam, Denpasar, sekira pukul 15.00 Wita.

17 Mei 2015
Keluarga Angeline membuat fanpage di Facebook bertajuk 'Fine Angeline-Bali's Missing Child'.

18 Mei 2015
Polisi memeriksa beberapa saksi dan mencari Angeline. Polisi juga menelusuri keberadaan orangtua kandung Angeline.

24 Mei 2015
Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) mendatangi rumah Angeline. Mereka bertemu dengan Margareith.

25 Mei 2015
Kapolda Bali Irjen Pol Ronny F Sompie membentuk tim khusus mencari Angeline. Tim juga melengkapi diri dengan sarana teknologi informasi dan anjing pelacak.

26 Mei 2015
Polda Bali meminta keterangan Margareith terkait Angeline.

1 Juni 2015
Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2PTA) Kota Denpasar mendatangi rumah Margareith. Namun ibu angkat Angeline itu menolak kedatangan mereka.

2 Juni 2015
Polisi mendatangi rumah Margareith. Mereka memeriksa setiap sudut rumah dengan alat deteksi.

3 Juni 2015
Polda bersama Yayasan Sahabat Anak Bali dan Komnas PA melakukan napak tilas pencarian Angeline. Kapolda Bali pun turut mencari Angeline. Mereka berjalan kaki di sejumlah jalan dan menyebar brosur yang menampakkan foto bocah tersebut.

5 Juni 2015
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi mendatangi rumah Margareith. Namun, satpam yang menjaga rumah tersebut menghadang. Ia mengaku mendapat perintah agar Menteri Yuddy segera pergi dari rumah tersebut.

6 Juni 2015
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise mendatangi rumah Margareith. Namun ia tak bertemu Margareith dan keluarganya.

10 Juni 2015
Polisi mendatangi rumah Margareith. Polisi mencurigai sebuah gundukan di belakang rumah Margareith. Posisi gundukan berada di bawah kandang ayam.

Gundukan itu ditutup sampah. Polisi yang curiga langsung menggali gundukan itu. Setelah menggali sedalam kurang lebih 1,5 Meter, polisi menemukan gulungan seprai berbungkus plastik.

Polisi mengangkat bungkusan itu dan membukanya. Bau busuk menyebar. Lalu polisi menenemukan sesosok anak yang tak lagi bernyawa. Posisinya tertelungkup dengan memeluk sebuah boneka. Itulah Angeline.

Hasil autopsi mengungkapkan luka memar ditemukan pada kepala bagian kanan. Bekas sundutan rokok tampak di punggung. Bekas jeratan plastik ditemukan di lehernya. Diperkirakan waktu kematian Angeline tiga pekan lalu.

Kemudian polisi menetapkan Ag sebagai tersangka. Ag baru dua minggu bekerja sebagai penjaga rumah Margareith dan pengurus kandang ayam. Dugaan sementara, Ag melakukan pelecehan seksual pada Angeline. Ia lalu membunuh korban untuk menutupi tindakan bejat tersebut.

11 Juni 2015
Gubernur Jawa Timur memerintahkan Bupati Banyuwangi Abdulllah Azwar Anas memfasilitasi pemulangan bocah korban penganiayaan itu ke kampung halamannya di Dusun Tulungrejo, Desa Wadungpal, Kecamatan Glenmore. Bupati Banyuwangi merespon dan berkoordinasi dengan jajarannya.

 


(RRN)