Silat SEA Games 2015

Cerita Menarik di Balik Kesuksesan Pesilat Ganda Putra Rebut Emas

Achmad Firdaus    •    Kamis, 11 Jun 2015 14:37 WIB
sea games 2015
Cerita Menarik di Balik Kesuksesan Pesilat Ganda Putra Rebut Emas
Hendy dan Yolla Primadona raih medali emas di SEA Games 2015

Metrotvnews.com, Singapura: Atlet pencak silat nomor Ganda putra Hendy dan Yolla Primadona sukses merebut medali emas SEA Games nomor ganda putra, Rabu 10 Juni.

Hendy (23) dan Yolla (25) tampil kompak memperagakan sembilan jurus, mulai dari tangan kosong, hingga menggunakan senjata seperti golok, toya, dan celurit. Pasangan yang merebut gelar juara dunia pada kejuaraan dunia pencak silat di Thailand tahun lalu ini pun sukses merebut medali emas usai mencatatkan nilai tertinggi 575. Mereka mengungguli pasangan Vietnam dan Singapura yang harus puas mendapat perak dan perunggu.

Kesuksesan ini disambut gembira keduanya. Apalagi ini adalah medali emas pertama mereka di pentas SEA Games. Mereka merasa senang karena prestasi ini didapat lewat kerja keras serta totalitas menampilkan gerakan-gerakan berbahaya.

"Kalau tidak percaya, nih masih ada bekasnya," tutur Hendy dan Yolla sambil menunjukkan bekas luka sayatan golok di tubuh yang didapat saat performa.

"Sekarang masih terasa perih. Tapi ini sudah biasa. Kami juga menggunakan golok asli saat latihan," imbuh Hendy.

Pada kesempatan itu, Hendy dan Yolla juga menceritakan soal awal mula dipasangkan.  "Kami sudah dipasangkan sejak umur lima tahun, kita sama-sama dari perguruan Pamur (Madura). Tapi, kita berdua berasal dari Sumatera Barat," ujar Hendy.

"Karena sudah lebih dari 10 tahun dipasangkan, kami jadi sudah mengerti karakter satu sama lain. Saya sudah tahu kapan ia sedang tidak mood. Ya, saling mengerti saja. Kalau soal ribut-ribut kecil sudah biasa," timpal Yolla.

Hendy menyadari keserasian dengan Yolla selama perlombaan menjadi salah satu elemen penting menjadi juara. Namun, ia juga tak mau lupa diri. Menurutnya, hal-hal nonteknis seperti peran keluarga serta dukungan masyarakat Indonesia juga tidak bisa dilupakan. 

"Saya persembahkan medali emas ini untuk keluarga dan masyarkat Indonesia yang sudah memberikan dukungan," kata Hendy.

Yolla juga merasa demikian. Secara khusus, ia ingin mempersembahkan medali emas tersebut kepada sang ibu. 

"Ibu saya lagi kena maag dan sekarang lagi ke daerah untuk berobat. Saya datang ke sini (Singapura) pada Minggu Juni. Keesokan harinya, saya mendapat kabar ibu ada di rumah sakit. Kabar itu saya dengar saat latihan. Saya pura-pura tidak mendengar. Agar bisa tetap berkonsentrasi. Jadi ini (medali emas) kado terbaik untuk ibu dan juga Indonesia," pungkas Yolla yang tak kuasa menitikkan air mata saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di podium.

Selanjutnya, Hendy dan Yolla memasang target menjuarai PON 2016 di Jawa Barat. Kebetulan, keduanya akan kembali tampil bersama karena sama-sama membawa nama DKI Jakarta.


(HIL)