Kronologis Kerusuhan Warga dengan Pegawai PT KAI

Jaenal Mutakin    •    Kamis, 11 Jun 2015 14:39 WIB
kerusuhan
Kronologis Kerusuhan Warga dengan Pegawai PT KAI
Suasana di lokasi penertiban lahan PT KAI di Bandung. Foto: Metrotvnews.com/Jaenal Mutakin

Metrotvnews.com, Bandung: Eksekusi lahan di Jalan Stasiun Barat oleh PT KAI tertunda karena warga menentang. Penentangan warga ini berbuntut kerusuhan di lokasi. Akibatnya tiga orang terluka karena terkena lemparan paving block.

Warga RW 02 Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, sudah mengadang ratusan petugas gabungan dari PT KAI dan TNI saat akan mengeksekusi lahan di Jalan Stasiun Barat, pada Kamis (11/6/2015), pukul 08.30 WIB.

Keduanya tak mau mundur sehingga baku hantam pun tak terhindari. Padahal, perwakilan warga sudah mau melakukan audiensi dengan PT KAI mengenai status tanah tersebut.

Suasana di sekitar lahan sangat tegang. Masyarakat bergerombol di beberapa titik dan terus melempari petugas. Tak mau kalah, petugas balik melempar warga. Aksi saling lempar ini terus berlangsung.

"Saat mau masuk tadi, saya berusaha mengamankan Ketua RW, eh, malah kena pukul juga sama salah seorang Polsuska (Polisi Khusus PT KAI)," kata salah satu warga yang terluka.

Keributan dapat diredam setelah kedua belah pihak mundur. Warga masih berjaga di depan kiosnya. Sedangkan puluhan anggota Polri membuat pagar hidup di jalan yang akan masuk ke araha pintu Stasiun Bandung. Sementara itu, Polsuska juga berjaga-jaga di belakang polisi.

Akibat kerusuhan ini, polisi menutup jalan menuju Stasiun Barat. "Penutupan Jalan di lakukan agar lokasi steril dari lalu lalang warga. Ini juga untuk mencegah aksi agar tidak semakin memanas. Kita jaga di sini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Nedi, anggota Satlantas Polrestabes Bandung, saat hendak menutup jalan.

Akibatnya, situasi di sekitar macet karena kendaraan yang hendak menuju Stasiun Kereta Api Bandung harus memutarbalik kendaraannya.



(UWA)