Fenomena Kekerasan pada Anak Memprihatinkan

Damar Iradat    •    Kamis, 11 Jun 2015 14:56 WIB
Fenomena Kekerasan pada Anak Memprihatinkan
Foto: Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus kekerasan pada anak kembali menyeruak ke permukaan. Bahkan, beberapa kasus sampai memakan korban jiwa.

Kasus kematian Angeline, bocah delapan tahun di Bali, menyita perhatian publik. Kejadian ini cukup mengenaskan, sebelum dibunuh, Angeline diduga diperkosa dahulu oleh pelaku, Agus.

Selain kematian Angeline, kasus penelantaran anak oleh Utomo dan Nurindra yang terjadi bulan lalu juga menghebohkan masyarakat. Serta, pembunuhan tragis yang memakan korban Putri, 13, di Ciledug, Tanggerang. Semua memakan korban anak-anak.

"Memang kekerasan terhadap anak ini fenomena yang memprihatinkan. Kalau kita melihat kekerasan terhadap anak harus dilihat juga kondisi sosial," kata Komisioner Kompolnas Hamidah Abdurrahman saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (11/6/2015).

"Artinya, pemulihan secara sosial harus diutamakan. Tetapi, pertanyaannya, apa kita sudah siap?" kata dia.

Tindak kekerasan pada anak bisa dibilang meningkat belakangan ini. Dalam beberapa bulan saja sudah terungkap tiga kasus. Sementara yang belum terungkap diyakini masih lebih banyak lagi.

"Kalau bicara meningkat, harus jadi perhatian semua orang tua, guru, ulama, dan para tokoh. Mungkin ada pengaruh yang salah," papar Hamidah.

"Jangan sampai ini hanya tugas polisi, tapi masyarakat juga harus berperan. Polisi harus lakukan tindakan preventif kekerasan pada anak. Sementara itu, Anak-anak harus dapatkan perhatian lebih kalau menjadi korban kekerasan," pungkasnya.
(MBM)