Gregetan, Anggota Komisi VIII Tak Ingin Ada Angeline Berikutnya

Surya Perkasa    •    Kamis, 11 Jun 2015 14:58 WIB
penemuan jenazah angeline
Gregetan, Anggota Komisi VIII Tak Ingin Ada Angeline Berikutnya
Jasad Angeline dibawa polisi.ANT/Wira Suryantala

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus Angeline tidak hanya membuat publik sedih dan terkejut, tapi juga geram dengan tindakan yang dilakukan pelaku kepada bocah 8 tahun itu. Perasaan yang sama dirasakan anggota Komisi VIII Melinda Megawati.

Melinda menilai, ibu angkat Angeline, Margaret, sudah menyia-nyiakan anak yang diasuhnya. Dia mendukung hukuman mati dijatuhkan ke pelaku agar tak ada lagi kasus yang serupa.

"Saya tegas sekali agar pelakunya dihukum mati. Saya gregetan aja, biar tidak ada Angeline-Angeline yang lain," kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2015).

Menurut Melinda, sangat menyedihkan Angeline tidak diperlakukan seperti anak. Alih-alih dirawat dan dipelihara dengan baik, Angeline justru disiksa.

"Ini seperti bagaimana perlakukan anak menjadi budak," ucap politikus Demokrat itu.

Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak diminta tegas dalam membuat kebijakan seputar anak. Aturan adopsi dan penyerahan hak asuh perlu diperbarui.

"Ini UU perlindungan anak (soal adopsi) harus direvisi," kata dia.

Angeline dilaporkan hilang oleh ibu angkatnya, Margaret, pada 16 Mei 2015. Margaret menyebut murid SD Negeri Sanur itu tiba-tiba raib ketika sedang main di depan rumah.

Hampir 1,5 bulan dicari, Angeline akhirnya ditemukan, tapi sudah tak bernyawa. Jasadnya dikubur di bawah kandang ayam di halaman belakang rumah Margaret, Rabu 10 Mei.

Belakangan diketahui, sepekan sebelum dibunuh, bocah berambut sebahu ternyata mengalami kekerasan seksual. Agus, pelakunya. Pembantu di rumah Margaret itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Bisa jadi tersangka bukan cuma Agus. Kasus ini kini terus didalami kepolisian Bali.


(ICH)