Tak Diberikan Uang, Waryono Perintahkan Biro Hukum Pecat Anak Buah

Renatha Swasty    •    Kamis, 11 Jun 2015 16:09 WIB
skk migaswaryono karno
Tak Diberikan Uang, Waryono Perintahkan Biro Hukum Pecat Anak Buah
Mantan Sekjen Kemnterian ESDM Waryono Karno--Foto: MI/Rommy P

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Biro Hukum Kementerian ESDM Susyanto mengaku diperintah mantan Sekretaris Jenderal ESDM Waryono Karno untuk memecat anak buahnya. Hal ini berkaitan dengan uang yang tak disetor.

Hal ini bermula ketika Jaksa Penuntut Umum KPK menanyakan Susyanto terkait pemecatan yang diminta Waryono pada anak buahnya, Dwi Mulya Hariana alias Rina.

Susyanto bercerita saat berlangsung rapat inti, Waryono meminta dirinya untuk memecat Rina. "Dalam rapat inti itu pak Waryono menyampaikan pada saya, saudara Rina tidak perform dalam pelaksaanaan tugasnya. Sehingga beliau mau di-grounded. Dulu kan beliau jabatannya eselon empat," kata Susyanto saat bersaksi buat terdakwa Waryono Karno di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (10/6/2015).

Susyanto menolak permintaan itu. Sebagai atasan Rina, ia mengatakan lebih tahu. Sampai saat itu Rina bekerja dengan baik.

"Saya sampaikan saat itu, mohon maaf pak kan saya yang tahu peris pekerjaan anak buah saya. Apakah itu diurungkan lah niat itu. Karena seingat saya beliau itu melaksanakan tugas dengan baik," katanya.

Jaksa lantas menanyakan apa permintaan pemecatan itu lantaran Rina tak menyetor uang pada Sri Utami. Sri ditugaskan Waryono menjadi Koordinator Kegiatan Satker Sekjen ESDM. Susyanto mengaku tidak tahu.

"Saya tidak tahu," ujarnya.

Susyanto mengaku pernah dilapori Rina kalau Sri meminta uang Rp900 juta. Mulanya, Susyanto mengira uang itu bagian dari pekerjaan. Tapi belakangan diketahui uang itu permintaan Sri.

"Saya baru mengetahui adanya kuitansi atas penyerahan tersebut pada saat Dwi Mulya Hariana dipanggil Irjen saat audit investigasi BPKP. Pada saat itu saya mengetahui Dwi Mulya Hariana sudah memberikan uang kurang lebih Rp900juta kepada Sri Utami," kata Jaksa Fitroh Rohcahyanto saat membacakan BAP milik Susyanto.

"Betul," jawa Susyanto.

"Itu yang diminta Sri?" cecar Jaksa.

"Itu yang tadi saya salah persepsi kami pikir pekerjaan ternyata setelah ada audit itu kami baru tahu itu," papar Susyanto.

Dalam sidang Waryono membantah memerintahkan Susyanto memecat Rina lantaran ada sangkut pautnya dengan setoran uang. Waryono mengatakan, pemecatan itu lantaran kinerja yang tak baik.

"Perlu percepatan karena bottlenecking sumbatan-sumbatan ternyata enggak jalan anggaran. Sehingga kami di bawah melaksanakan perintah presiden dan kita bilang saudara coba dipacu. Di Biro Hukum lambat, oleh karena itu (dicari) siapa hambatan-hambatannya. Setelah kami konfirmasi ya tidak jadi dipecat," katanya.
 
"Jadi ini jangan sampai ada satu persepsi karena Bu Rina tidak memberikan setoran atau uang kepada Sekjen kemudian akan dipecat. Sama sekali demi Allah enggak ada seperti itu," kata Waryono.


(MBM)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA