Imparsial Khawatir Sutiyoso Bawa BIN seperti Orde Baru

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 11 Jun 2015 17:00 WIB
bin
Imparsial Khawatir Sutiyoso Bawa BIN seperti Orde Baru
Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti (tengah). (Foto: Antara:Akbar Nugroho)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pencalonan Letjen Purn TNI Sutiyoso sebagai Kepala Badan Intelijen Negara dikhawatirkan mengembalikan masa suram zaman Orde Baru. Sebab, Sutiyoso merupakan sosok yang tidak bisa dilepaskan dari nilai atau tindakan buruk era Orba.
 
"Kami khawatir kepemimpinan Pak Sutiyoso membuat aparat intel kita berubah kembali seperti Orba," kata Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti di kantor Imparsial, Jalan Tebet Utara II C Nomor 25 Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2015).
 
Kekhawatiran itu merujuk pada peristiwa kerusuhan Kudatuli yang terjadi 27 Juli 1996. Saat itu kantor DPP PDI yang kini PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, diserang oleh kelompok yang tidak dikenal. Banyak korban berjatuhan akibat penyerangan tersebut.
 
Poengky menuturkan, saat itu Sutiyoso menjabat sebagai Pangdam Jaya  yang memegang kendali TNI AD di Ibu Kota. Namun, Gubernur ke-15 DKI itu seakan tak mampu mengatasi masalah itu. Berdasarkan analisa Imparsial, Sutiyoso diduga kuat terlibat dalam penyerangan yang melanggar HAM ini.
 
Manajer Riset Imparsial, Ghufron Mabruri, mengatakan, pemilihan kepala BIN bukan sekadar mengganti orang. Sosok tersebut harus sesuai dengan kebutuhan lembaga yang akan dipimpin berdasarkan nilai-nilai reformasi.
 
"Ini berkaitan dengan kiprah BIN ke depan, baik, dan buruk. Ada banyak kebutuhan dan tantangan kompleks terkait terorisme dan lain-lain. Ada kebutuhan untuk terus mendesak reformasi BIN yang sampai hari ini menjadi sorotan," katanya.
 
Dia mencontohkan, penuntasan kasus aktifis HAM Munir yang diduga melibatkan intelijen. Pihaknya mendorong reformasi bidang intelijen terus dilanjutkan.


(FZN)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

21 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA