Tak Mau Bercerai, Suami Tikam Istri di Pengadilan Agama Batam

Hendri Kremer    •    Kamis, 11 Jun 2015 17:17 WIB
penganiayaan
Tak Mau Bercerai, Suami Tikam Istri di Pengadilan Agama Batam
Ilustrasi pembunuhan

Metrotvnews.com, Batam: Kasus penikaman di ruangan Pengadilan Agama (PA) Batam yang menewaskan satu orang, untuk sementara diduga karena pelaku, Rahman bin Syamsuri, tidak mau diceraikan oleh istrinya, Siti Astuti.

"Kejadiannya di ruang tunggu pengadilan. Mereka baru mau sidang. Informasi sementara yang didapat, pelaku tidak mau bercerai," kata Kapolresta Barelang, Komisaris Besar Polisi Asep Safrudin, kepada wartawan, Kamis (11/6).

Asep menuturkan saat pelaku meminta sidang perceraian dicabut, istrinya tak mau, sehingga terjadi pertengkaran mulut di ruangan sidang. Di luar dugaan pelaku telah menyiapkan senjata tajam di dalam tasnya dan langsung menyerang korban.

Ada dua korban dalam kejadian tersebut, korban yang pertama diserang adalah Umi Khoiriyah, kakak ipar pelaku. Ia mendapat luka tusuk pada bagian punggung dan mengakibatkan tewas di tempat.

"Setelah itu, pelaku menusuk istrinya pada bagian perut. Ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros. Sekarang masih menjalani operasi," katanya.

Sementara pelaku yang juga mencoba bunuh diri setelah menikam istri dan kakak iparnya, harus menjalani operasi akibat luka yang dia derita. Prosesnya tetap dikawal oleh kepolisian.

"Pelaku menusukkan pisau ke perut sebelah kanan setelah menyerang dua korban. Kasusnya ditangani Polsek Sekupang," tambahnya.

Umi Khoiriah, 48, akhirnya menghembuskan nafas terakhir usai mendapat perawatan di Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) Sekupang.

"Korban tewas dengan satu luka tusukan di pundak atas sebelah kanan. Hal ini diketahui saat mendapatkan perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) RSOB," ujarnya.

Sementara Sri Astuti, 37, istri pelaku, masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB). Sedangkan Rahmat, pelaku yang tinggal di Patam Lestari Tiban, masih dirawat di ruang UGD lantaran luka robek di bagian perut sebelah kiri. 


(UWA)