RUU Ormas Batal Berarti Kembali ke UU Rezim Orba

   •    Senin, 04 Mar 2013 13:24 WIB
RUU Ormas Batal Berarti Kembali ke UU Rezim Orba
ANTARA/Widodo S. Jusuf/bb

Metrotvnews.com, Jakarta: Adanya keinginan berbagai pihak untuk membatalkan RUU Ormas membuat bingung panitia penggodok RUU tersebut.

Hal ini diungkap anggota Pansus dari Fraksi PAN DPR RI Muhammad Nadjib.

"Kalo ada yang menolak, saya bingung, apa yang ditolak, kalo ada yang jelek, tunjukkan pada kita mana yang jelek. Ini kan sangat fleksibel, masih mungkin untuk mengakomodasi dan menyempurnakan," ujar Nadjib di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (4/12).

Menurutnya, jika RUU ini batal, akan kembali pada UU No 8 tahun 1985, yang dibuat pada rezim orde baru.

"Kalau ini batal, kita kembali ke UU No 8 tahun 1985 yang hanya membicarakan kebebasan berkumpul dan berserikat. Tidak ada menyebut kebebasan berpendapat. Artinya, pada pemerintahan orba tidak ada kebebasan berpendapat," kata Nadjib.

Selain itu, dalam RUU baru, sama sekali tidak disebut adanya pembekuan maupun pembubaran ormas. Jika dilihat ada pelanggaran, pemerintah akan memberikan peringatan. Dan kalaupun pelanggaran itu berat, proses pun dilakukan di pengadilan.

"Ormas bisa melakukan pembelaan di pengadilan. Jika nanti ternyata pemerintah yang salah, pemerintah bisa memperbaiki," ujarnya.(Githa Farahdina/Win)


KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

12 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA