Menteri Yohana Kecam Pertunjukan Dangdut Seksi saat Perpisahan SD

Cornelius Eko Susanto    •    Kamis, 11 Jun 2015 18:36 WIB
anak-anak
Menteri Yohana Kecam Pertunjukan Dangdut Seksi saat Perpisahan SD
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise--MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengecam pertunjukan orkes dangdut seksi yang digelar dalam rangka perpisahan siswa Sekolah Dasar (SD). Pertunjukan tersebut digelar pada acara pelepasan siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02, Badak Belik, Pemalang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

"Lagu-lagu yang dinyanyikan dan gerakan-gerakan yang ditampilkan lazimnya dikonsumsi orang dewasa. Hal ini tentunya tidak sejalan dengan usia anak-anak yang masih dalam proses tumbuh kembang,” kecam Yohana, Kamis (11/6/2015).

Banyak pihak mengecam kegiatan itu lantaran biduan yang hadir dalam acara tersebut mengenakan pakaian ketat dan rok mini. Di atas panggung, para penyanyi terlihat bergoyang seronok, sementara anak-anak SD dengan polos menonton adegan tersebut.

Menurut Yohana, jika ingin menghibur anak-anak, pihak sekolah bisa memberikan hiburan-hiburan yang bernuansa anak. Misalnya lagu-lagu yang memiliki nilai-nilai perjuangan, legenda-legenda, sejarah kepahlawanan, dan ketokohan seseorang. Diharapkan ini dapat menginspirasi dan membekali anak sebagai calon dan kader penerus bangsa di masa depan.

Penanaman nilai luhur dan nilai-nilai kehidupan yang berbasis kearifan lokal yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketimuran, lanjut Yohana, dapat dikemas menjadi pertunjukan seperti teater, drama musikal dan pentas seni lainnya.

"Hal itu akan menjadi hiburan dan tontonan yang menarik ketimbang pertunjukan dangdut,” tandasnya.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menegaskan, jika terbukti secara sengaja mengadakan kegiatan tersebut, pihak sekolah bisa dijerat Undang-undang Pornografi karena mempertontonkan pornografi.

Menurutnya, pihak sekolah patut ditindak secara hukum. Bahkan pihak sekolah bisa terancam hukuman hingga 10 tahun penjara karena bertanggung jawab atas penyelenggaraan acara tersebut.


(YDH)

Hakim Tolak Eksepsi KPK

Hakim Tolak Eksepsi KPK

38 minutes Ago

Itu berarti, proses praperadilan terhadap Novanto bakal dilanjutkan ke tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA