Angeline Hanya Dapat ASI Seminggu

Arnoldus Dhae    •    Kamis, 11 Jun 2015 18:51 WIB
penemuan jenazah angeline
Angeline Hanya Dapat ASI Seminggu
Hamida, ibu Angeline. Foto: Metro TV/Saifullah

Metrotvnews.com, Denpasar: Pengakuan menyedihkan datang dari Hamida, ibu kandung Angeline. Saat ditemui di Denpasar, Kamis (11/6), Hamida mengaku menangis histeris saat menyerahkan anaknya setelah dirinya bersama suaminya Rosidik tidak bisa membayar biaya persalinan di sebuah klinik bersalin di wilayah Canggu Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. 

Sambil menitikkan air mata, Hamida mengaku hanya satu minggu menyusui anaknya. Bahkan, saat dibawa ke sebuah kantor notaris di kawasan Jalan Teuku Umar, Hamida menangis histeris. 

"Saat ke Kantor Notaris itulah saya menangis histeris. Saya sadar betul bahwa saat itu anak saya akan berpisah dengan saya. Saya bahkan tanda tangan dokumen di notaris, tetapi saya tidak tahu apa isinya," ujarnya sambil menangis.

Setelah dari notaris itulah Hamida hanya diminta ikut ke rumah Margareth di kawasan Canggu. Hamida diminta selama seminggu menjaga Angeline kecil. Setelah lewat seminggu, Hamida diminta dengan sangat kasar untuk kembali ke indekos yang saat itu masih dalam kondisi bedeng-bedeng. 

"Sejak itulah saya tidak diperkenankan bertemu Angeline. Bahkan mau berkunjung saja dilarang. Saya dijanjikan nanti setelah dewasa atau berumur 18 tahun baru diizinkan bertemu," ujarnya. 

Bahkan, saat ayahnya bekerja di rumah Margareth selama sebulan, ia tidak diperkenankan untuk bertemu Angeline. "Ayahnya berada di rumah Margareth, tapi tidak diizinkan untuk bertemu. Selalu saja ada alasan Angeline masih tidur, jangan diganggu. Hanya sekali ayahnya bertemu di sebuah mobil saat pergi belanja bahan bangunan," ujarnya.

Saat itu, Margareth hanya membayar biaya persalinan sebesar Rp800 ribu dan uang kesehatan Rp1 juta. Setelah itu, tidak ada kabar lagi soal Angeline. 

"Saya baru tahu di pemberitaan media saat Angeline sudah jadi mayat. Ditemukan di rumah kediaman Margareth. Saya menyesal menyerahkan Angeline ke Margareth," ujarnya. 

Namun, saat itu kondisi rumah tangganya sangat miskin. Untuk membayar biaya persalinan pun tidak bisa. Ia mengaku pasrah dan dengan berat hati menyerahkan anaknya ke Angeline.


(UWA)