Atasi Masalah Ekonomi, India bak 'Bintang Bersinar'

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 11 Jun 2015 19:18 WIB
bank dunia
Atasi Masalah Ekonomi, India bak 'Bintang Bersinar'
Ilustrasi. FOTO: REUTERS

Metrotvnews.com, Washington: Laporan terbaru yang dikeluarkan Bank Dunia, Global Economic Prospects (GEP), memaparkan jika India digambarkan sebagai "bintang bersinar" dalam mengatasi masalah ekonomi.

Mengutip siaran persnya, Kamis (11/6/2015), pertumbuhan ekonomi di India yang merupakan negara importir minyak, reformasi telah memperkuat kepercayaan investor. "Penurunan harga minyak telah mengurangi kerentanan, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat hingga 7,5 persen pada 2015," demikian ungkap laporan tersebut.

Di sisi lain, tertahan oleh lemahnya kepercayaan investor dan inflasi yang lebih tinggi, pertumbuhan Brasil diperkirakan mengalami kontraksi 1,3 persen pada 2015, berubah sebanyak 2,3 persen dibandingkan Januari.

Sementara itu, ekonomi Rusia yang dilanda penurunan harga minyak dan sanksi, diperkirakan mengalami kontraksi 2,7 persen. PDB Meksiko diproyeksikan bertambah 2,6 persen, akibat perkembangan di Amerika serta penurunan harga minyak.

"Sedangkan di Tiongkok, perlambatan terus dikelola secara hati-hati, dan pertumbuhan sebesar 7,1 persen cenderung masih kuat," tukas laporan tersebut.

Laporan tesebut juga menemukan bahwa negara-negara berpenghasilan rendah yang bergantung pada ekspor komoditas dan investasi, sangat rentan. Selama 'commodities boom' di pertengahan 2000-an, perekonomian mereka diperkuat dengan temuan-temuan tambang dan sumber mineral baru, investasi pada sumber daya alam, dan ekspor komoditas yang berkembang.

Harga komoditas yang terus rendah akan mempengaruhi para pembuat kebijakan untuk tidak lagi bergantung pada sumber daya alam dan pertambangan, dan memprioritaskan bagian ekonomi lainnya yang akan mendorong pertumbuhan.

Hal ini membuat semakin diperlukannya kebijakan yang bisa mempermudah masa transisi dan reformasi yang mendukung pertumbuhan di sektor lain. "Setelah empat tahun kinerja yang mengecewakan, pertumbuhan di negara berkembang masih berupaya untuk mendapatkan momentum," kata penulis utama laporan ini, Franziska Ohnsorge.

Menurut dia, meskipun kondisi keuangan menguntungkan, perlambatan yang berlarut-larut berlangsung di banyak negara berkembang, disebabkan karena lemahnya bidang pertanian, listrik, transportasi, infrastruktur, dan layanan ekonomi penting lainnya. Di mana reformasi struktural di semua bidang semakin mendesak.


(AHL)