KPAI: Hukuman Mati untuk Pelaku Kekerasan Anak Perlu Didorong

Ilham wibowo    •    Kamis, 11 Jun 2015 22:58 WIB
penemuan jenazah angeline
KPAI: Hukuman Mati untuk Pelaku Kekerasan Anak Perlu Didorong
Warga mengikuti aksi Gerakan 1.000 Lilin untuk Anak Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Kamis (10/6). ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus yang menimpa bocah delapan tahun, Angeline, membuat semua pihak prihatin. Hukuman mati bagi para pelaku kekerasan terhadap anak perlu didorong untuk menciptakan efek jera.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda mengatakan klasus kekerasan terhadap anak penegakan hukumnya masih sangat lemah. Pelaku jarang mendapatkan hukuman yang maksimal.

"Banyak kasus yang akhirnya lepas. Masih ada oknum penegak hukum yang belum menerapkan hukuman maksimal terhadap pelaku kekerasan terhadap anak," tutur Erlinda saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (11/6/2015) malam.

Menanggapi hukuman mati yang ditujukan bagi pelaku yang diduga melakukan kekerasan seksual dan pembunuhan terhadap Angeline, Erlina mengatakan hal itu perlu diberikan terhadap pelaku. Sebab, kejadian ini sudah menjadi kasus kriminal luar biasa.

"Perlindungan anak bukan hal yang sepele. Berikanlah hukuman yang maksimal. Apa yang diderita anak ini akan dialami seumur hidupnya," kata Erlina.

Erlinda menuturkan saat ini hukum di Indonesia belum sampai pada hukuman mati bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Namun, jika masyarakat peduli terhadap keselamatan anak-anak, pihaknya akan terus mendorong DPR agar terciptanya peraturan baru untuk menciptakan perlindungan yang maksimal terhadap anak.

"Jika masyarakat peduli terhadap kekerasan seksual terhadap anak, kita dorong anggota dewan untuk merevisi KUHAP. Ini bisa menjadikan efek jera bagi pelaku kekerasan seksual," tuturnya.


(DRI)