Anies Prihatin Banyak SMP yang tak Jujur Saat UN

Patricia Vicka    •    Kamis, 11 Jun 2015 23:24 WIB
ujian nasional smp
Anies Prihatin Banyak SMP yang tak Jujur Saat UN
Mendikbud Anies Baswesan. Foto: Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Magelang: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan prihatin dengan rendahnya nilai Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) di mayoritas SMP dan sederajat se-Indonesia. 
Berdasarkan hasil penilaian Kemendikbud, lebih dari 55 persen SMP di Indonesia meraih nilai UN tinggi, namun nilai intergritasnya rendah.

"Hasil penilaian nilai UN dan nilai integritas (kejujuran) seluruh SMP kami buat dalam grafik kurva. Ada empat sisi dalam kurva tersebut. Dan ternyata jumlah sekolah yang berada di kurva nilai UN tinggi tapi nilai kejujuran rendah paling banyak. Sebagian besar sekolah SMP di Indonesia menunjukan ketidakjujuran saat mengerjakan UN," ujar Anies, di SMPN 1 Magelang Jawa Tengah, Kamis (11/06/2015).

Sedangkan sekolah yang memeroleh nilai UN Tertinggi dan nilai kejujuran tinggi masih sangat sedikit. "Dari 52 ribu SMP di Indonesia, hanya 70 sekolah yang nilai kejujurannya di atas 95. Kalau sekolah nilai kejujurannya di atas 97 hanya 1, yakni SMPN 1 Magelang. Batas toleransi nilai IIUN-nya 8, " jelasnya.

Dirinya bertekad untuk mengubah perilaku buruk tersebut dan akan meningkatkan persentase jumlah sekolah yang memiliki nilai kejujuran tinggi. 

"Potret ini harus berubah tahun depan. Sekolah harus memiliki nilai kejujuran tinggi dan nilai UN tinggi. Cara meningkatkan nilai kejujuran itu mudah, tak perlu kerja keras, cukup untuk berhenti mencontek saja," papar pendiri Program Indonesia Mengajar ini.

Selain itu, untuk memacu sekolah agar meningkatkan nilai kejujuran, pihaknya akan memanggil kepala sekolah yang mendapatkan nilai integritas tinggi ke Jakarta untuk dijadikan teladan bagi sekolah di daerah lainnya. 

"Saya akan sebar data rinci per sekolah di sebuah kabupaten kepada pemimpin daerahnya. Biar pemda tahu keadaan nyata di sekolah," tegas Anies.

Pihaknya juga akan memperbanyak sekolah yang ujian dengan komputer di tahun depan untuk mengurangi kecurangan.



(UWA)