IHSG Bergerak di Level 4.900-4.968

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 12 Jun 2015 08:01 WIB
ihsg
IHSG Bergerak di Level 4.900-4.968
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA

Metrotvnews.com, Jakarta: Perjalanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada diprediksi bergerak mixed di kisaran level 4.900-4.968.

Demikian seperti diungkapkan oleh Kepala Riset Sinarmas Sekuritas Jeff Tan dalam risetnya yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (12/6/2015). "Selama satu hari ini indeks akan dipengaruhi sentimen dari luar (eksternal). Indeks diprediksi masih berada di posisi mixed," tutur Jeff.

Dia menyebutkan, sentimen indeks datang dari negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS) yang akan merilis data initial jobless claims yang diperkirakan ke 278 ribu, jika dibandingkan sebelumnya di posisi 276 ribu.

Tidak hanya itu akan dirilis juga data retail sales AS yang diperkirakan ke level 0,43 persen secara month on month (MoM), jika dibandingkan sebelumnya di level 0 persen (MoM). Sementara itu, dari Eropa yang akan merilis data industrial production yang diperkirakan ke level 0,2 persen (MoM), jika dibandingkan posisi sebelumnya di level -0,3 persen (MoM).

Melalui beberapa pertimbangan yang ada, Jeff menjabarkan pertimbangan khusus kepada pelaku pasar (investor) agar jeli dalam memperhatikan beberapa saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Seperti diketahui, indeks pada penutupan perdagangan Kamis (11/6/2015) sore ditutup melemah tipis. IHSG melemah tipis jika dibandingkan dengan penutupan sesi siang. IHSG ditutup melemah tipis 4,75 poin atau setara 0,1 persen menjadi 4.928. Selain itu, indeks saham unggulan LQ45 turun 1,95 poin ke 844 dan JII menguat 1,85 ke 666.

Seluruh sektor masih terpantau bergerak mixed pada sore ini, di mana sektor konsumer masih menjadi yang terlemah sebesar 14,44 poin. Serta sektor pertambangan menjadi yang tertinggi sebesar 13,93 poin. Transaksi volume perdagangan sore ini tercatat sebanyak 3,2 miliar lembar saham senilai Rp3,5 triliun. Sementara itu sebanyak 146 saham menguat, 138 saham melemah, 109 saham stagnan, dan 160 saham tidak ada perdagangan.


(AHL)