Angeline Diduga Dibunuh Akibat Persekongkolan Orang Rumah

Syarief Oebaidillah    •    Jumat, 12 Jun 2015 08:39 WIB
penemuan jenazah angeline
Angeline Diduga Dibunuh Akibat Persekongkolan Orang Rumah
Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait. (Foto: MI/Sumaryanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus kematian Angeline menjadi peringatan bagi pemerintah agar memperhatikan dan melindungi anak-anak dari kekerasan. Kejadian itu menunjukkan anak Indonesia belum dalam kondisi aman dan nyaman. Sebab, Angeline diduga dibunuh karena persengkongkolan kejahatan yang dilakukan orang terdekat.
 
Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan, Presiden Joko Widodo harus mendorong seluruh masyarakat membentuk tim reaksi cepat sampai ketingkat RT RW agar masyarakat lebih waspada jika ada anak yang menjadi korban kekerasan.
 
Hal itu sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap Anak. Aturan itu menjadi pintu masuk pemerintah untuk membuat kebijakan agar anak lebih terlindungi.
 
Terkait kasus Angeline yang ditemukan tewas, Arist menduga ada persengkongkolan kejahatan yang dilakukan orang terdekat. Karena jenazah Angeline ditemukan dihalaman belakang rumah, bukan diluar rumah. Sehingga memunculkan opini adanya persengkongkolan jahat untuk menganiaya dan membunuh Angeline.

"Harusnya tidak hanya Agustinus yang diperiksa namun ibu angkat, kakak angkat dan semua yang ada di rumah itu harus diperiksa," kata Arist, saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (11/6/2015).
 
Arist menduga persekongkolan terkait status Angeline yang mendapat hak waris atas harta-harta yang ditinggalkan ayah angkatnya. Namun sampai saat ini penyelidikan kepolisian masih tertuju pada Agustinus sebagai tersangka.
 
Ia sudah memohon kepada polisi agara pengembangan penyelidikan kepolisian juga merambah ke semua orang rumah Angeline. Dia optimis persekongkolan kejahatan ini akan dikembangkan kepolisian meski proses pengumpulan bukti-bukti berjalan lambat.
(FZN)