Mengenang Kepergian Tokoh Jahat Legendaris, Christopher Lee

Adi Waluyo    •    Jumat, 12 Jun 2015 10:07 WIB
film
Mengenang Kepergian Tokoh Jahat Legendaris, Christopher Lee
Foto: Christopher Lee sebagai Saruman / geeksofdoom

Metrotvnews.com, London: Sir Christopher Lee, ikon film horor asal Inggris yang terkenal lewat perannya yang menakutkan sebagai Count Dracula, Frankenstein dan Fu Manchu telah meninggal dunia di usia 93 tahun.

Lee meninggal Minggu pagi (7/6/2015) di Rumah Sakit Westminster, London setelah dirawat karena masalah pernapasan dan gagal jantung. The Guardian melaporkan bahwa istrinya, mantan model Denmark dan pelukis Gitte Kroencke, memutuskan untuk merahasiakan berita kematian Lee untuk publik sampai seluruh keluarganya mengetahui. Pasangan ini telah menikah sejak tahun 1961.

Tak cuma horor, Lee juga piawai dalam memerankan tokoh jahat. Masih ingat karakter Scaramanga yang bertarung melawan Roger Moore (James Bond) dalam The Man with the Golden Gun (1974)? Dialah Lee. Semenjak itu karier Lee melonjak ke deretan bintang papan atas dunia lewat film-film spektakuler seperti Lord of the Rings, Hobbit dan Star Wars.

Perlu dicatat, Ian Fleming, pencipta tokoh James Bond, adalah sepupu Lee dan teman main golfnya. Fleming ingin Lee bermain sebagai tokoh jahat utama di film James Bond 007 Dr. No (1962), tapi peran itu akhirnya jatuh ke Joseph Wiseman.

Lee, yang dianugerahi gelar bangsawan Inggris pada tahun 2009, muncul sebagai Saruman di film arahan Peter Jackson Lord of the Rings trilogi dan dua film Hobbit sang sutradara, termasuk The Battle of Five Armies (2014). Lee juga yang berperan sebagai Count Dooku di film Star Wars Attack of the Clones (2002), Revenge of the Sith (2005) dan The Clone Wars (2008).

"Dekade terakhir ini telah menjadi dekade yang paling luar biasa dalam hidup saya," katanya dalam sebuah wawancara di 2012.

Christopher Frank Carandini Lee lahir pada 27 Mei 1922 (legenda horor Amerika Vincent Price lahir pada tanggal yang sama 11 tahun sebelumnya). Ia juga lulusan sekolah elit Inggris, Eton College dan Wellington College di mana Lee belajar tentang Yunani dan Latin.

Selama Perang Dunia II, Lee bertugas di Royal Air Force dan Pasukan Khusus dan menghabiskan satu tahun di kampanye musim dingin yang membeku di Finlandia. Dilaporkan, ia pernah bertugas sebagai seorang mata-mata Inggris, tetapi tidak pernah ingin membicarakannya, karena menghormati sumpah kerahasiaan.

"Ketika Perang Dunia Kedua selesai saya berumur 23 dan saya sudah melihat cukup kengerian untuk saya simpan seumur hidup," katanya kepada Telegraph pada tahun 2011. "Saya pernah melihat hal yang mengerikan, sangat mengerikan, sampai tak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Jadi melihat horor digambarkan di film tidak begitu banyak mempengaruhi saya."

Lee mendapat tugas militer yang tak biasa, dan setelah keluar, ia mengambil nasihat pamannya, duta besar Italia di London, untuk mencoba peruntungannya dalam bisnis film, sampai ia mendapatkan kontrak dengan Rank Organisation.

The Curse of Frankenstein - film hit box-office dan film pertama yang mengangkat fitur makhluk menakutkan rekaan Mary Shelley - adalah terobosan besar Lee di film. Banyak yang menilai, Lee kemungkinan mendapatkan peran itu karena ia begitu tinggi.

Foto: Christopher Lee / geeksoftyrant

Kiprah Lee di dunia musik dan pandangannya tentang kejahatan

Tak cuma film, musik juga penting bagi Lee. Dia muncul di opera, menyanyikan Name Your Poison di The Return of Captain Invincible (1983) dan Lee juga muncul sebagai salah satu narapidana di sampul album Paul McCartney & Wings, Band on the Run (1973).

Pada tahun 2010, Lee merilis sebuah album symphonic heavy metal, Charlemagne: By the Sword and the Cross. Lee mengatakan ia memiliki kaitan darah dengan kerajaan Inggris dari ibunya. Tiga tahun kemudian, ia merilis album keduanya dengan bantuan Tony Iommi dari Black Sabbath pada gitar.

"Orang-orang tidak pernah berpikir saya akan menjadi seorang musisi heavy metal. Nah, itulah saya," katanya dalam wawancara tahun 2012.

Tentu, ia tidak pernah dinominasikan untuk Oscar, tapi ia pernah menerima Metal Hammer Golden God Award.

Lee, yang memiliki perpustakaan dengan 12.000 buku-buku tentang okultisme, mengaku terpesona oleh sifat jahat selama wawancara tahun 2003 dengan Guardian.

"Orang baik... yang tak pernah berbuat salah, bisa menjadi orang yang membosankan," katanya. "Ada sisi gelap dalam diri kita semua. Dan bagi kita orang 'buruk', sisi buruk yang mendominasi. Saya pikir ada kesedihan dalam diri seorang penjahat, dan saya telah mencoba untuk melaluinya. Kita tidak bisa menghentikan diri kita sendiri untuk melakukan apa yang ingin kita lakukan." (the Hollywood Reporter)


(AWP)

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

KPK Yakin Mampu Jawab Argumentasi Praperadilan Novanto

7 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal memberikan jawaban atas gugatan praperadilan Setya Nov…

BERITA LAINNYA