Swiss-Austria Selidiki Penyadapan Perundingan Nuklir Iran

Fajar Nugraha    •    Jumat, 12 Jun 2015 10:36 WIB
nuklir iran
Swiss-Austria Selidiki Penyadapan Perundingan Nuklir Iran
Perundingan nuklir Iran diduga disadap (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Berne: Pihak berwenang Swiss dan Austria menyelidiki dugaan penyadapan terhadap perundingan enam negara besar dengan Iran. Perundingan ini membahas program nuklir Iran.
 
Kantor Jaksa Agung Swiss di Berne mengatakan, para penyelidik menggeledah sebuah rumah di Jenewa 12 Mei 2015 dan menyita piranti keras dan lunak komputer. Diduga alat itu digunakan untuk melakukan penyadapan.
 
Pihak berwenang mengatakan saat ini tengah mencari piranti lunak yang mungkin digunakan untuk memantau perundingan yang dilakukan di beberapa hotel di Swiss, Austria dan Jerman. Austria juga mengatakan sedang menyelidiki apakah pertemuan di Wina telah disadap.
 
Pihak berwenang Swiss mengatakan, penyelidikan sedang dilakukan atas kecurigaan melakukan kegiatan mata-mata politik, terhadap beberapa orang yang tidak disebutkan namanya. Tapi pihak Swiss enggan memberi penjelasan lebih jauh.
 
Sementara tuduhan utama pelaku penyadapan diarahkan kepada Israel. Selama ini Israel berkeras menentang kemungkinan perjanjian nuklir yang mungkin bisa disepakati sebelum akhir Juni antara Iran dengan Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Rusia, Inggris, Prancis dan Jerman tapi menyangkal keterlibatan apapun dalam kegiatan mata-mata itu.
 
"Tidak ada dasar bagi laporan-laporan internasional mengenai keterlibatan Israel dalam masalah itu," kata Wakil Menteri Luar Negeri Tzipi Hotovely kepada radio militer Israel, seperti dikutip VOA Indonesia, Jumat (12/6/2015). 
"Yang lebih penting adalah kita mencegah perjanjian yang buruk, jika tidak, Iran bisa memiliki senjata nuklir," lanjutnya.
 
Di Wina, Duta Besar Iran untuk badan nuklir PBB Reza Najafi mengatakan kepada wartawan bahwa ada musuh-musuh dalam perundingan ini dan mereka akan melakukan apa saja. Dirinya pun tak merasa heran dengan dugaan penyadapan itu. 
 
"Kami terus mengambil langkah-langkah pencegahan supaya tidak ada rincian perundingan yang bocor," sebut Najafi.
 
Negara-negara besar dunia berusaha menghambat program pengembangan nuklir Iran untuk mencegahnya membuat senjata nuklir, atau setidaknya memberi dunia waktu satu tahun apabila Iran melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mulai membangun bom atom.
 
Iran ingin sanksi-sanksi ekonomi yang melumpuhkan yang diberlakukan negara Barat dan AS dicabut sebagai imbalan menyetujui larangan-larangan atas kegiatan nuklirnya.



(FJR)