Organda Tolak Go-Jek, Ahok: Takut Tersaingi

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 12 Jun 2015 16:35 WIB
gojek
Organda Tolak Go-Jek, Ahok: Takut Tersaingi
Pengendara ojek yang tergabung dalam Go-Jek ikut pelatihan. (Foto: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyadari penolakan Organda DKI terhadap keberadaan Go-Jek karena persaingan usaha angkutan darat. Pria yang akrab disapa Ahok itu menyarankan agar Organda mau ikut sistem Rp/kilometer.
 
"Organda kalau mau bagus, harus ikut Rp/kilometer. Supaya kamu enggak rugi," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2015).
 
Ahok menyadari keberadaan ojek atau Go-Jek belum diatur dalam peraturan perundang-undangan. Namun, Organda diminta tak munafik. Sebab, diakui atau tidak, keberadaan angkutan umum roda dua itu sangat dibutuhkan untuk menembus kemacetan Ibu Kota.
 
"Organda takut tersaingi, seperti saat ini Kopami atau Kopaja seenaknya masuk ke jalur TransJakarta. Nanti begitu mau ke luar, loncat lagi. Itu Organda mau urus enggak? Lebih baik Organda urus anggotamu dulu," pinta Ahok.
 
Sebelumnya, Organda DKI menolak keberadaan ojek setelah adanya inovasi Go-Jek. Sebab, keduanya tak termasuk moda angkutan umum yang tercantum di UU LLAJ Nomor 22 Tahun 2009. Di sana dikatakan bahwa sepeda motor bukanlah angkutan umum orang dan barang.


(FZN)

KPK Belum Dapat Restu Polri Buat Periksa Ajudan Novanto

KPK Belum Dapat Restu Polri Buat Periksa Ajudan Novanto

10 minutes Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus berkoordinasi dengan pihak Polri untuk memeriksa…

BERITA LAINNYA