Dana Aspirasi Justru Perlebar Ketimpangan Pembangunan

Surya Perkasa    •    Jumat, 12 Jun 2015 18:13 WIB
dpr
Dana Aspirasi Justru Perlebar Ketimpangan Pembangunan
Henry Yosodiningrat. Foto: Dhoni Setiawan/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Dana aspirasi dikhawatirkan akan semakin membuat pembangunan tidak merata. Dana sebesar Rp20 miliar per anggota DPR yang dianggarkan tahun depan itu berpotensi menciptakan ketimpangan  pembangunan. Itu mengacu pada distribusi jumlah anggota DPR yang tidak merata, bergantung jumlah penduduk.

"Akan terjadi ketimpangan dalam pembangunan. Dari dapil Papua misalnya, paling sedikit wakilnya. Kalau dari Jawa, itu punya wakil yang relatif sangat banyak," kata anggota Badan Legislasi dari Fraksi PDIP Henry Yosodiningrat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/6/2015).

Seharusnya, kata Henry, pembagian dana aspirasi itu berdasarkan prioritas kebutuhan pembangunan. Bukan berdasarkan jumlah dewan. Karena pembangunan fisik di daerah jawa yang relatif lebih maju akan berbeda dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur si kawasan Indonesia timur.

"Seharusnya di Papua yang banyak desa tertinggal yang butuh pembangunan fisik lebih. Sementara untuk daerah Jawa, enggak ada lagi perlu irigasi," kata dia.

Rincian perbedaan jumlah anggota DPR, di Sumatera legislator yang mewakili provinsi-provinsi di pulau tersebut mencapai 120 orang. Artinya, total dana aspirasi mencapai Rp2,4 triliun.

Sementara pulau Jawa diwakili 306 legislator, dengan dana mencapai Rp6,12 triliun.

Sementara Kalimantan hanya mendapat Rp700 miliar dari 35 anggota Dewan. Wilayah Sulawesi yang memiliki 47 wakil mendapat jatah Rp940 miliar. Dan wilayah Nusa Tenggara hanya mendapat dana sebesar Rp460 miliar dari 23 dewannya.

Wilayah yang paling sedikit mendapat dana aspirasi adalah Maluku dan Papua yang hanya memiliki 20 dewan. Jumlah dana aspirasi hanya Rp400 miliar.


(KRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA