Hamdan Zoelva: Hakim Tak Boleh Memutus Karena Jengkel dengan Koruptor

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 12 Jun 2015 18:53 WIB
anas urbaningrum
Hamdan Zoelva: Hakim Tak Boleh Memutus Karena Jengkel dengan Koruptor
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva--Metrotvnews.com/Hardiat Dani Satria

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva mengatakan dalam memutuskan perkara hakim seharusnya bertindak sebagai pencari keadilan. Putusan didasarkan fakta hukum, bukan karena kesal terhadap koruptor.

"Hakim enggak boleh mutus karena marah dan jengkel, sehingga membuat dia berlaku tidak adil. Hakim enggak boleh putuskan dengan asumsi awal. Karena jengkel dengan koruptor langsung putuskan hukuman setinggi-tingginya," kata Hamdan dalam diskusi bertajuk 'Artidjo: Mengadili atau Menghukum' di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2015).

Menurut dia, sejengkel apapun atau secinta-cintanya kepada seseorang, hakim tetap harus membaca berkas perkara. Dengan begitu hakim dapat mengambil keputusan secara adil.

"Hakim harus independen. Keadilan itu enggak bisa diukur dari rasa hakim semata-mata. Tapi rasa keadilan harus diukur dari segala aspek. Di antaranya aspek publik dan aspek orang yang dikenai hukuman itu sendiri," terang dia.

Menurut dia, selayaknya Hakim itu bukan memutuskan perkara untuk karena nafsu pribadinya. Jika itu terjadi, maka hakim telah membuat kezaliman terhadap seseorang.

"Hakim yang memutuskan karena nafsu pribadi itu namanya hakim yang tidak adil atau bisa dibilang zalim karena (memutus perkara) berdasarkan nafsu pribadinya," tegas dia.


(YDH)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA