Warteg Buka saat Ramadan, Ketua Forum Dakwah: Menag Ngawur

Amaluddin    •    Jumat, 12 Jun 2015 19:06 WIB
ramadan 2015
Warteg Buka saat Ramadan, Ketua Forum Dakwah: Menag Ngawur
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Surabaya: Tokoh agama di Jawa Timur (Jatim) mengecam Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Safiudin, yang mengizinkan tempat bukan selama Ramadan. Ketua Forum Dakwah Islamiyah Jawa Timur, Ali Badri Zaini, pun menilai bahwa pernyataan Menag ngawur.

"Kenapa yang mayoritas harus menghormati yang minoritas. Seharusnya minoritas menghormati yang mayoritas. Itu Menteri ngawur. Umat Islam di Jawa Timur tidak akan mengindahkan peryataan Menteri Agama," tegas Ketua Forum Dakwa Islamiyah Jawa Timur, Ali Badri Zaini, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/6/2015).

Menurut Zaini, pernyataan Menag seakan mengadu domba antarsesama. Alasannya, warung makan sekelas warteg hingga restoran kerap menjadi sasaran aksi anarkistis segelintir organisasi massa selama bulan Ramadan.

Zaini menjelaskan, sejak dulu aturan dalam bulan Ramadan, warteg dan restauran di pinggir jalan selalu menutupi dengan spanduk. Itu dikarenakan mereka menghormati umat Islam yang notabene sebagai umat mayoritas di Indonesia.

"Jika, aturan ini di balik oleh Menteri Agama, maka hal tersebut mengesankan bahwa Menteri Agama tebang pilih," geramnya.

Zaini mencontohkan, ketika hari raya Nyepi di Bali, masjid-majid tidak akan memakai pengeras suara adzan atau ceramah. Hal ini karena umat muslim di Bali sebagai agama minoritas, menghormati umat Hindu yang merayakan Nyepi.

"Bukan hanya di Bali saja. Saat perayaan Natal, umat Islam juga ikut membantu pengamanan gereja-gereja. Itu karena umat muslim menghormati umat krsitiani. Sekarang giliran umat Islam yang menjalankan ibadah, kenapa juga diperintahkan harus menghormati yang tidak berpuasa?" tanyanya.

Meski demikian, Zaini mempersilahkan para pemilik usaha makanan tetap beroperasi. Hanya saja, harus menghormati umat muslim yang menjalankan puasa dengan cara transparan.

Seperti diketahui, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengimbau pihak yang berpuasa harus menghormati hak pihak lain yang tidak berkewajiban dan tidak sedang berpuasa. Artinya, selama Ramdhan nanti, restoran atau rumah makan diperbolehkan tetap beroperasi untuk menghormati yang sedang tidak puasa.

"Warung-warung tak perlu dipaksa tutup. Kita harus hormati juga hak mereka yang tak berkewajiban dan tak sedang berpuasa," tulis Lukman di laman Twitter pribadinya.
 


(RRN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA