Forensik Mabes Polri Uji Bercak Darah di Kamar Ibu Angkat Angeline

Arnoldus Dhae    •    Jumat, 12 Jun 2015 19:24 WIB
penemuan jenazah angeline
Forensik Mabes Polri Uji Bercak Darah di Kamar Ibu Angkat Angeline
Petugas Laboratorium Forensik (Labfor) dan Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Polri melakukan proses identifikasi di kawasan rumah Angeline di Jalan Sedap Malam, Kota Denpasar, Bali, Kamis (11/6)--Antara/Fikri Yusuf

Metrotvnews.com, Denpasar: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta kepolisian mengungkap bukti baru bercak darah yang ditemukan di kamar tidur ibu angkat Angeline, Margaret. KPAI meyakini bukti baru itu mampu mengungkap tersangka baru dalam kasus pembunuhan sadis bocah delapan tahun tersebut.

Ketua KPAI Arist Merdeka Sirait mengatakan, bercak darah di kamar Margaret didapati tim Forensik Mabes Polri. Jejak itu bisa dijadikan alat bukti baru penyelidikan kasus pembunuhan siswi kelas II SDN 12 Sanur itu.

"Bukti-bukti baru itu salah satunya bercak darah di kamar Margaret," tegas Arist ketika berkunjung ke lokasi kejadian, Jumat (12/6/2015).

Alat bukti itu bisa jadi bukti adanya persengkongkolan terorganisir untuk menghabisi nyawa Angeline. Ia mengatakan, KPAI telah mendapatkan konfirmasi bahwa pihak Forensik Mabes Polri sedang menguji bercak darah di kamar Margaret dan sampel darah Angeline. "Besok (13/6) hasil pengujian itu akan disampaikan ke Polda Bali," terangnya.

Ia meyakini, hasil autopsi dan forensik Mabes Polri akan menyatakan penyebab dan rincian kronologi kasus pembunuhan sadis Angeline. Sirait mengatakan, ketika dirinya berkunjung ke lokasi kejadian sebelum Angeline ditemukan sikap dari Margaret telah menunjukkan adanya hal yang mencurigakan, seolah dia sedang menyembunyikan sesuatu dari kasus tersebut. "Perilaku ibu Margaret itu sangat tertutup, tempramental, dan keji seperti psikopat. Tetapi, bukan penyakit jiwa," ucapnya.

Ia menguraikan, ketika berbincang dengan Margaret sebelum Angeline ditemukan. Margaret sempat menunjuk ke arah kuburan Angeline ketika dirinya bertanya keberadaan Angeline.

"Waktu itu saya tanyakan Angeline masih ada di Denpasar, ibu Margaret bilang iya. Saya tanya di mana, dia bilang di sekitar sini sambil menunjuk ke arah tempat Angeline ditemukan," bebernya.

Namun, dirinya tidak sempat mencurigai bahwa di situlah tempat Angeline dikuburkan karena kedatangan tim KPAI pada malam hari. Halaman belakang rumah Margaret juga sangat gelap. "Saya kira ini jelas pengungkapan kasus ini tidak terarah pada satu pelaku saja karena, persengkongkolan itu tidak satu orang tetapi banyak orang dan dilakukan oleh orang terdekat," pungkasnya.


(YDH)