Kerap Lontarkan Pernyataan Kontroversial, PPP Djan Ancam Pecat Lukman Hakim

Adhi M Daryono    •    Jumat, 12 Jun 2015 19:42 WIB
ppp
Kerap Lontarkan Pernyataan Kontroversial, PPP Djan Ancam Pecat Lukman Hakim
Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: PPP kubu Djan Faridz mengancam memecat Lukman Hakim Saifuddin dari keanggotan di partai berlambang Kakbah tersebut. Menteri Agama itu dianggap kerap melontarkan pernyataan kontroversial terkait isu-isu keagamaan.

"Kami akan mempertimbangkan pencabutan keanggotaan saudara Lukman Hakim sebagai kader PPP karena berbagai pernyataan kontroversinya," ujar Wakil Ketua Umum PPP Fernita Darwis di Jakarta, Jumat (12/6/2015).

Menurutnya, sebagai Menteri Agama, Lukman harus membatasi pernyataan berbau kontroversi. Apalagi, Lukman merupakan kader PPP yang berasaskan Islam. "Menurut kami pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim sangat meresahkan, terutama kepada umat Islam,"kata Fernita.

Maka dari itu, DPP PPP meminta, Lukman mencabut dan segera mengklarifikasi pernyataanya. "Kami minta Menteri Agama mencabut dan segera meminta maaf kepada masyarakat khususnya kepda umat Islam," ujar Fernita.

Dalam pernyataan terbuka tersebut DPP PPP, meminta fraksi PPP yang ada di DPR hususnya yang berada di Komisi VIII untuk segara memanggil Lukman Hakim.

Sebelumnya Lukman pernah membuat pernyataan dalam akun twitter pribadinya @lukmansaifuddin yang mengatakan menjelang Ramadan orang yang berpuasa harus menghormati orang yang tidak berpuasa dan tidak ada paksaan untuk menutup warung.

Pernyataan Lukman tersebut multitafsir sehingga sejumlah pihak merasa tersinggung. Lukman sudah mengklarifikasinya dengan mengubah isi cuitannya tersebut. "Ada 2 hal yang ingin saya sampaikan lewat twit itu. Pertama; tak perlu ada paksaan untuk menutup warung di bulan puasa. #ubahtwit," ujar Lukman dalam cuitannya.


(KRI)

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

Seluruh Bisnis Novanto Terancam Disita KPK

37 minutes Ago

Penyitaan akan dilakukan jika mantan Ketua DPR RI itu tidak dapat mengembalikan uang ganti rugi…

BERITA LAINNYA